Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Oleh Kades Ciasem Tengah, Hadirkan Saksi Korban

oleh

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Kades Ciasem Tengah, Saeful Efendi disidangkan dalam sidang perdana hari ini, Rabu, 21 Maret 2018. Sidang yang berlangsung di ruangan 15 Lantai II Gedung Pengadilan Negeri Subang ini dipimpin oleh Hakim Ketua  ST.IKO S, SH dan dua hakim anggota. Jaksa Penuntut umum Bpk Alexius BT.SH.

Terdakwa yaitu Kades Ciasem tengah Saeful Efendi alias SE dan Jono serta dua orang saksi yaitu Syahidin sebagai saksi korban dan Hendra yaitu saksi teman korban yang ada pada saat  kejadian hadir dalam persidangan itu. Terdakwa SE dan J didampingi oleh kuasa hukumnya Edi Sapran SH.

Saidin dalam kesaksian pertamanya memberikan keterangan ketika ditanya oleh Hakim Ketua tentang kronologis kejadian di hari Kamis tanggasl 21 Desember 2017 lalu. Dalam kesaksiannya, wartawan gaek harian Sinar Pagi tersebut menanyakan Kades Saeful Effendi pada acara Pesta pemenangan Pilkades Ciasem Tengah. Kemudian Saidin berpapasan dengan Saeful Effendi Dan Jono. Saeful Effendi terdorong emosi karena merasa dicari-cari dan ditanyakan terus oleh Saidin, begitu berpapasan langsung mendorongkan telapak tangannya ke wajah Saidin yang dilawan oleh Saidin dengan menyiramkan botol aqua yang dipegangnya. Jono yang tengah berada bersisian dengan Kades SE kemudian menonjok pelipis atas Saidin sehingga menimbulkan Saidin hampir ambruk. Keterangan dari Saidin ini dilengkapi pula dengan keterangan dari saksi Hendra Apriyana, wartawan Radar Nusantara yang pada saat kejadian ada di tempat itu dan melihat ada keramaian. Hendra lalu menghampiri Saidin yang pada saat itu dihantam oleh kepalan tangan Jono.

Keterangan dua saksi tersebut ketika disingkronkan oleh Hakim kepada kedua terdakwa mereka mengangguk mengakui kronologis peristiwa penganiayaan tersebut. Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh Jaksa Penuntut Umum dan kuasa hukum terdakwa untuk memperjelas resume peristiwa.

Sidang pertama kasus penganiayaan terhadap wartyawan Sinar Pagi yang dilakukan tersangka Kades SE dan Jono berlangsung aman dan tertib, meskipun satu orang saksi yaitu Masduki yang ada pada saat kejadian, berhalangan hadir. Untuk itu sidang ditunda untuk mendengarkan satu orang saksi lagi.

Alexius BT SH sebagai jaksa penuntut umum ketika dimintai konfirmasi tentang kelanjutan sidang kasus penganiayan oleh Kades ini mengatakan belum bisa memberikan klarifikasi tentang ini. “Sidangnya ditunda karena satu orang saksi belum hadir, jadi pada sidang perdana ini kami belum bisa memberikan pernyataan apapun. Kita tunggu saja persidangan selanjutnya dengan menghadirkan satu orang saksi lagi” Ujar Alex ketika dikonfirmasi di ruangan kerjanya.

Yang menarik dari jalannya persidangan ini adalah saksi korban, Saidin yang ternyata  pensiunan Marinir ini yang kondisinya kurang pendengaran. Hakim Ketua yang kesulitan berkomunikasi dengan Saidin memberikannya kursi khusus agar poisisinya berdekatan dengan Hakim untuk memudahkan komunikasi. Terjadi kelucuan karena sering misskomunikasi. Begitupun ketika Jaksa Penuntut Umum bertanya, Saidin menggeser duduknya hingga bersebelahan dengan Jaksa. Pada akhir persidangan, Saidin yang mengatakan bahwa secara pribadi sudah memaafkan tersangka, diberikan kesempatan untuk saling memaafkan oleh Hakim Ketua. (Ratna Ning/Feri Kosasih)