Subang Masuk Zona Kuning Hasil Rapid Tes 13 Positif

oleh

SUBANG, JPOL – Dari 2000 warga yang diuji rapid test secara serentak selama dua hari di Kabupaten Subang hasilnya 13 orang dinyatakan positif, dan saat ini Subang telah memasuki zona kuning.

Hal tersebut diumumkan langsung oleh Kadinkes Subang, dr.Nunung didampingi Bupati Subang, H.Ruhimat selaku Ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid 19 Kabupaten Subang, Jumat 10/04/2020.

Dari 13 orang yang dinyatakan positif tersebut, diketahui, laki-laki berjumlah 8 orang dan perempuan 5 orang. Selanjutnya mereka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan test swab tenggorokan untuk memastikan keberadaan virus  corona yang akan dilakukan besok hari Sabtu, 11/04/2020 di ruang Isolasi RSUD Subang.

Dijelaskannya, dari 13 pasien yang positif corona itu pada umumnya berasal dari zona merah wilayah yang terpapar Corona, seperti Bogor, Jakarta, dan Bandung.

“13 ODP itu saat ini kondisinya sangat sehat. Besok mereka semua akan kita isolasi dan dilakukan Swab untuk memastikan positif atau negatifnya Corona. Yang perlu disampikan hasil rapid tes ini merupakan pemetaan dan penjaringan bukan diagnosa pasti sesorang terkena Corona,” ujar Bupati kepada jabarpublisher.co.id

Perkiraan hasil swab tersebut normalnya memerlukan waktu 3 hari, namun yang melaksanakan bukan hanya Kabupaten Subang, sehingga hasilnya menunggu pemeriksaan dari kabupaten kota lainnya.

“13 orang tersebar di berbagai Kecamatan di Kabupaten Subang, tidak bisa disebutkan, namun akan di isolasi dibekas asrama gedung Akper yang lama, dari 13 orang yang positif saat ini masih diisolasi mandiri” imbuhnya.

Bupati meminta kepada seluruh warga Subang yang berada di luar kota terutama zona merah agar tidak pulang kampung dahulu.

“Tolong yang saat ini warga Subang yang masih berada di wilayah atau daerah Zona merah jangan dulu mudik, ini sebagai upaya kita memutus mata rantai penularan Corona ”ungkapnya.

Seperti diketahui, Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.
Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction).

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19. [HzH|Rls]