Memasuki Musim Panas, Kasus Baru Covid-19 di Amerika Kembali Naik

by
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. Foto: Shutterstock

JPOL – Washington memutuskan menunda rencana pembukaan kembali aktivitas perekonomiannya secara penuh setelah lonjakan tajam kasus baru infeksi virus corona Covid-19 di Amerika Serikat, Sabtu 27 Juni 2020. Washington bergabung dengan Texas, negara bagian terpadat kedua di Amerika, dan beberapa negara bagian lain yang sehari sebelumnya memutuskan sama.

“Kami ingin kembali melakukan hal-hal yang menyenangkan di musim panas ini, dan membuka penuh perekonomian, tapi memang kami belum sampai sana,” kata Gubernur Washington Jay Inslee. Dia menambahkan, “Situasinya masih berkembang dan kami akan terus membuat keputusan berdasarkan data yang ada.”

Sebelumnya, Departemen Kesehatan Amerika melaporkan Texas dan sedikitnya lima negara bagian lain yakni Florida, Georgia, Idaho, Tennessee, dan Utah, jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi pada Jumat. Jumlah kasus infeksi baru di Florida yang diperkirakan akan menjadi episentrum baru penyakit itu di Amerika, misalnya, mencapai 9.585 kasus sepanjang hari itu.

Bukan hanya di enam negara bagian itu, data di Johns Hopkins University menyebut pertambahan kasus baru harian juga terjadi di 32 negara bagian lainnya. Dampaknya, angka kasus harian secara nasional di Amerika pun melonjak sampai hampir 40 ribu pada hari yang sama.

“Tingkat infeksi di kota kami tiga kali lebih tinggi saat ini dibandingkan tiga bulan lalu,” kata Wali Kota Houston, Texas, Sylvester Turner.

Situasi itu membuat Gubernur Texas memutuskan membekukan rencana pembukaan ekonomi dan menambah panjang pembatasan di kawasan bisnis termasuk bar-bar. Langkah serupa diikuti di Arizona, Arkansas, Delaware, Idaho, Louisiana, Maine, Nevada, New Mexico dan North Carolina.

Peter Hotez, profesor pengobatan tropikal dan dekan di Baylor College of Medicine, Houston, mengatakan pertumbuhan eksponensial kasus Covid-19 terlihat di kota-kota metropolitan di Amerika. Itu artinya Amerika secara nasional akan melihat lonjakan yang dramatis pula.

“Sekarang setidaknya di kawasan metropolitan orang-orang telah mengenakan masker dan bar-bar ditutup kembali kita dan dukungan pembatasan dari wali kota dan hakim,” katanya tentang Texas. “Tapi saya tidak tahu bagaimana ini bias benar-benar mengerem penambahan kasus yang telah terjadi agresif. Ini seperti mencoba menghentikan kereta yang sedang melaju di atas relnya.”

Lonjakan kasus baru itu terjadi seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial dan masyarakat di Amerika ramai menikmati aktivitas di musim panas. Pembatasan sosial sebelumnya berlaku sepanjang musim semi lalu demi meredam penularan virus.

Pakar dari Badan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Amerika Serikat, Anthony Fauci, mendesak warga Amerika seluruhnya untuk kembali ke aturan yang sangat mendasar untuk mencegah penularan ataupun menghindar dari tertular. “Demi Tuhan: hindarilah kerumunan, pakai masker. Ini hal yang sangat mendasar yang tidak dikerjakan orang-orang dan membimbing ke arah bencana,” katanya.

Per artikel ini dibuat, Minggu 28 Juni 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat masih yang tertinggi di dunia, mencapai 2,5 juta orang. Korban meninggal sebanyak 125 ribu orang juga yang tertinggi di dunia. Di Amerika, jumlah kasus terbesar disumbang New York.

Sumber: Tempo