Legenda Persib Minta Tiru Vietnam Soal Regulasi Pemain Muda

by
Dokumentasi, latihan Timnas Indonesia U-16.* /pssi.org

JPOL – PSSI saat ini tengah mempersiapkan Timnas Indonesia untuk tampil maksimal di Piala Dunia U-20.

Satu di antara cara adalah menurunkan pemain U-20 di klub-klub yang bertarung di Liga 1 2020.

Alasan untuk Timnas Indonesia juga, tim-tim menyuarakan sepak bola harus bergulir kembali meski masih dalam kepungan Pandemi COVID-19.

Termasuk Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Albert yang menyuarakan kompetisi harus dimulai kembali demi Timnas Indonesia yang dalam waktu dekat akan bertarung di event-event internasional, satu di antaranya Piala Dunia U-20.

Namun, wacana langkah praktis itu dikomentari legenda Persib Bandung, Yudi Guntara.

Legenda Persib Yudi Guntara menilai seharusnya penggunaan pemain muda ini diatur dalam sebuah regulasi khusus oleh PSSI. Sehingga tidak hanya memanfaatkan momentum Piala Dunia U-20 saja.

“Beri ketentuan atau regulasi di PSSI, misalnya tanpa pemain asing atau pemain asing setiap tim hanya 2 saja, sehingga pemain muda banyak kesempatan bermain,” ujarnya saat on air di Radio PRFM, Sabtu, 4 Juli 2020.

Catat Sejarah Sepak Bola Asia Tenggara

Ulasan singkat mengenai Timnas Viertnam. Mereka mampu berjibaku dengan tim Asia lainnya hingga berhasil berada di partai puncak.

Semangat itu, menjadi sorotan pengamat sepak bola Asia. Mereka menulai keberhasilan Vietnam bukanlah merupakan hoki semata.

Ada proses panjang yang dibentuk lewat perjuangan. Tahun 2017, mereka pernah gagal SEA. Dan itu menjadi catatan koreksi untuk federasi.

Satu di antaranya adalah membangung pondasi kuat dalam kerangkan timnas. Mereka benar-benar menjadikan pemain muda sebagai aturan yang wajib dilakasanakan semua klub.

Lalu, pergantian pelatih sampai fokus kepada pembinaan pemain muda, sebab poin tersebut menjadi hal dasar namun krusial. Jadi tak salah, Vietnam merengkuh gelar runner-up di ajang Piala Asia U23.

Timnas Vietnam mencatatkan rekor beruntun saat berlaga di Piala Asia U-23. Mereka menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang dapat menembus babak semi final dan partai final.

Capaian itu menaikkan status kesebelasan Asia Tenggara di mata Asia. Hingga Asia Timur dan Timur Tengah tak lagi memandang Asia Tenggara dengan sebelah mata.

Hal itu jadi pertanda peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara semakin berkembang. Nama Vietnam kini disangdingkan bersama Thailand, selalu menjadi momok serta representasi kawasan ASEAN. Lalu, Malaysia akan menyusul.

Sumber: Pikiran-Rakyat.com