19 Tahun Dipenjara dan Lolos dari Hukuman Mati Arab Saudi, TKI Asal Majalengka Ucap Terima Kasih

oleh
Menaker Ida Fauziyah (depan kanan) saat menjemput Etty binti Toyib (kiri depan), TKI yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi, ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada Senin, 6 Juli 2020. /Dok. Kementerian Ketenagakerjaan

JPOL – Seorang atau tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Jawa Barat, Etty binti Toyib, lolos dari hukuman mati di Arab Saudi.

Ia telah 19 tahun menjalani hukuman penjara, lantaran dituduh meracuni majikannya di Arab Saudi.

Kepulangannya diadvokasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI, dengan membayar tebusan sebesar 4 juta riyal atau sekitar Rp15,5 miliar.

TKI asal Majalengka itu bekerja di Kota Taif, Arab Saudi, dan pada 2001 dijatuhi hukuman mati, karena didakwa menjadi penyebab majikannya meninggal dunia.

Antara melaporkan, Keluarga korban awalnya meminta diyat atau uang denda 30 juta riyal atau sekitar Rp107 miliar agar Etty tidak dieksekusi meski akhirnya bersedia memaafkan dengan jumlah 4 juta riyal.

Etty telah tiba di Tanah Air, dan mengungkapkan rasa bahagianya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bisa membantunya pulang.

“Saya bisa mengucapkan terima kasih semuanya atas dukungan semuanya. Mudah-mudahan ada hikmahnya untuk semuanya,” kata dia, seperti dilansir Antara, Senin, 6 Juli 2020.

Etty sendiri mengaku tidak berniat untuk kembali bekerja di luar negeri setelah pengalamannya di Arab Saudi.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat menyambut kepulangan Etty saat tiab di Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada Senin, menjelaskan dana pembayaran untuk Etty adalah hasil tabarru atau sumbangan para dermawan dari seluruh Indonesia.

Termasuk dari Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang penggalangannya dilakukan sejak 2018.

Menaker menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat dalam usaha membebaskan Etty serta advokasi yang dilakukan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Dia memastikan pemerintah akan terus berusaha memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI), tidak hanya dalam kasus seperti Etty tapi juga yang mengalami masalah terkait imigrasi.

“(Pemerintah) terus akan melakukan advokasi, ada beberapa yang prosesnya sudah banyak juga yang kita bebaskan. Beberapa waktu lalu kita juga memulangkan beberapa teman yang dibebaskan, besok kita juga akan menjemput teman-teman yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia,” kata Menaker.

Sumber: Pikiran-Rakyat.com