Persib dalam Sejarah: Achmad Jufriyanto Cerita saat Eksekusi Penalti Penentuan di Final

by
Skuad Persib Bandung di final Liga Super Indonesia 2014.* /ARIF HIDAYAH PIKIRAN RAKYAT

JPOL – Persib Bandung sukses merengkuh gelar Liga Super Indonesia pada musim 2014.

Persib menjadi juara setelah menundukkan Persipura Jayapura di laga final yang berlangsung di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Gelar tersebut begitu dirindukan oleh para bobotoh karena Persib telah 19 tahun tak jadi juara liga.

Gelar tersebut diraih Persib tidak dengan mudah. Perlawanan Persipura begitu alot sepanjang laga.

Persib dipaksa bermain imbang 2-2 selama 2×45 menit. Ditambah lagi, bek andalan Persib Vladimir Vujovic diganjar kartu merah pada babak perpanjangan waktu.

Usai kedudukan tak berubah sampai babak perpanjangan waktu habis, pemenang mesti ditentukan lewat adu penalti.

Achmad Jufriyanto menjadi penendang terakhir dari Persib, sekaligus yang menentukan Persib menjadi juara.

Kepada Hamka Hamzah di kanal Youtube Hamka Story 23, Achmad Jufriyanto bercerita perasaannya jelang mengeksekusi penalti penenutan tersebut.

“Sebenarnya kalau Vladimir gak dikartu merah, penalti itu bagian Vladimir,” ujar pemain yang akrab disapa Jupe itu.

“Saya itu bukan pemain yang disapin pelatih buat menendang penalti,” imbuhnya.

Jupe mengatakan, dirinya baru diperintahkan Djajang Nurjaman, pelatih Persib kala itu, untuk menendang penalti saat beristirahat usai babak kedua perpanjangan waktu habis.

“Saya lagi tiduran istirahat langsung ditanya, ‘Jupe siap?’ saya jawab aja siap, yang penting tendang dulu aja,” ujarnya sambil tertawa.

Saat Jupe mengambil penalti, kedudukan adalah 4-3 untuk keunggulan Persib.

“Jadi gue mikir, kalau pun gak masuk, masih ada lagi kesempatan buat kita. Akhirnya ya udah jalan ke kotak penalti, dan ternyata masuk. Sudah lepas semua beban di situ,” papar Jupe.

Jupe mengatakan, gelar tersebut dipersembahkan untuk bobotoh sepenuhnya yang datang penuh dengan pengorbanan dan perjuangan.

“Bobotoh waktu itu sempat disanksi gak boleh pake atribut, terus pulangnya juga bus-bus mereka banyak mengalami kendala, luar biasa pokoknya,” ujar Jupe.

Sumber: Pikiran-Rakyat.com