Pilkada Pangandaran: Kerawanan Masih Dinamis, Ribuan Personil TNI dan POLRI Dikerahkan

oleh
Pilkada Serentak

JPOL – AKBP Dony Eka Putra selaku Kapolres Ciamis mengatakan, bahwa saat ini POLRI bersama TNI siap mengamankan seluruh rangkaian pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Pangandaran.

“Kami dari TNI-Polri siap mengawal seluruh tahapan Pilkada di Pangandaran,” ujar Dony saat diwawancarai di kantor KPU Pangandaran, Kamis, 3 September 2020.

Dony juga mengatakan bahwa dalam rangka rangkaian tahapan Pilkada serentak ini sudah menerjunkan dan menyiapkan sebanyak 932 personel, ditambah 200 anggota Brimob dan 150 Samapta Polda Jabar serta tambahan BKO 1 pleton Polresta Banjar.

“Kita juga dibantu oleh anggota dari Kodim 0613/Ciamis dan unsur-unsur terkait mulai dari Linmas. Jadi total keseluruhan ada 4.112 personel,” ungkap Dony.

Bahwa dirinya pun telah menekankan kaitan dengan protokol kesehatan kepada seluruh LO, partai pendukung agar dipatuhi.

“Jangan sampai rangkaian-rangkaian sampai pada saat hari H nya, ditemukan klaster Covid-19 baru, sehingga dapat bisa menghambat pelaksanaan Pilkada. Dan ini menjadi pertimbangan hal yang luar biasa,” ujarnya.

Bahkan kata Dony, dirinya menyampaikan kepada partai politik, bahwa netralitas TNI-Polri harga mati. Begitu juga dengan pihak pelaksana Pilkada untuk menjaga netralitas.

“Karena ini akan berdampak pada kondusifitas di Pangandaran,” ujarnya.

Dony menilai, titik kerawanan di Pilkada Pangandaran masih dinamis dan berubah-ubah. Kata dia, ada tiga pola pengamanan yang akan ditetapkan yaitu daerah kurang rawan, rawan dan sangat rawan.

“Jadi kalo pola di daerah kurang rawan itu kita pasang 2 polisi dan 10 Linmas untuk 5 TPS, daerah rawan 2 polisi 4 Linmas untuk 2 TPS, sedangkan untuk sangat rawan itu 2 polisi dan 2 Linmas untuk 1 TPS. Jadi polanya nanti yang daerah sangat rawat kita perketat,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi. Dadan Ramdani menambahkan, intinya TNI siap mendukung tahapan Pilkada dengan harapan bisa berjalan dengan lancar sampai tahapan pilkada selesai.

“TNI kita tekankan juga netralitas harga mati, termasuk penekanan terhadap protokol kesehatan baik terhadap penyelenggaraan maupun pada saat pengerahan massa,” ujar Dani