, ,

Vaksin Corona Racikan Oxford University Mulai Diuji

by -0 views
Vaksin Corona
Ilustrasi Vaksin Corona

JPOL – Salah satu kampus terkemuka di Amerika Serikat, Oxford University ternyata tengah membuat vaksin Corona, untuk melakukan hal ini mereka tidak sendirian namun telahbekerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca telah dimulai di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat. Relawan pertama yang disuntik dalam trial itu adalah Jacob Serrano asal Florida yang berusia 23 tahun.

Jacob punya pengalaman tragis dengan virus Corona, lantaran 7 anggota keluarganya meninggal dunia setelah positif terpapar virus tersebut. Maka dia menjadi relawan sebagai upaya membantu agar vaksin Corona cepat diimplementasikan pada publik. Bersama 30 relawan lain, dia masuk dalam tahap uji coba pertama dalam fase final trial vaksin Oxford.

“Lihatlah berapa kita kehilangan nyawa. Dan saya tidak ingin lagi melihat kematian terus muncul,” katanya seperti yang kami kutip dari detikINET melalui CBS.

Dia ingin ikut berperan walaupun disuntik kandidat vaksin menimbulkan risiko, misalnya efek samping. “Saya tahu ada risikonya karena ini kan merupakan uji coba. Tapi saya lebih ingin kita selangkah lebih maju, tak peduli apa yang harus dilakukan,” tambah dia.

Vaksin Oxford merupakan salah satu dari beberapa kandidat vaksin yang diuji coba di Negeri Paman Sam. Dalam fase final ini, vaksin bersangkutan bakal diuji keamanan dan efektivitasnya dalam melawan virus Corona.

Kemudian setelahnya, dilakukan evaluasi apakah itu dapat disetujui oleh The Food and Drug Administration untuk diberikan pada warga umum. Vaksin Oxford dianggap salah satu yang paling menjanjikan dan hasil pengujian sebelumnya menimbulkan rasa optimisme.

“Respons imun yang muncul sangat membesarkan hati,” kata Dr Larry Bush, pakar penyakit menular. Vaksin Corona Oxford bukan saja memicu antibodi untuk melawan virus tersebut, tapi muncul pula respons T cell, salah satu sistem imun yang semakin menambah perlawanan tubuh.

Fase ketiga trial vaksin Corona Oxford yang melibatkan banyak relawan telah digelar di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan, sebelum menyambangi AS. Sejauh ini, tidak ada indikasi vaksin Corona itu menimbulkan efek samping berat.