Pemerintah China Halangi Bisnis TikTok

by -2 views
TikTok
Ilustrasi Aplikasi TikTok/AFP

JPOL – Pemerintah China sepertinya akan membatasi bisnis TikTok. Seperti diketahui baru-baru ini bahwa para pejabat negara di China baru saja mengesahkan aturan baru bahwa mereka akan menghentikan penujualan teknologi ke negara lain.

Dengan demikian hal ini akan berlaku juga bagi sebagian bisnis TikTok dan semua usaha atau bisnis TikTok akan sepenuhnya diatur oleh regulasi pemerintah di negara tersebut.

Sebelumnya, pemerintah China memang telah membuat aturan baaru yang lebih diperketat terkait teknologi sensitif, termasuk meliputi algoritma milik TikTok yang bertugas memberi rekomendasi konten kepada pengguna. Algoritma ini disebut sebagai jurus rahasia yang membuat TikTok sangat bernilai karena bisa membuat penggunanya ketagihan.

Regulasi baru ini akan memaksa ByteDance sebagai pemilik bisnis TikTok untuk mendapatkan lisensi dari pemerintah sebelum menjual teknologinya.

“Jika perusahaan terkait mentransfer teknologi ke luar negeri dalam perdagangan, investasi atau kerjasama teknis yang diatur di bawah regulasi, mereka disarankan untuk segera berkonsultasi dengan kantor departemen perdagangan tingkat provinsi dan menanganinya sesuai hukum,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng dalam briefing seperti dikutip dari CNet, (Jumat 4/9).

Berdasarkan laporan Bloomberg, Feng menambahkan bahwa regulasi ini tidak menyasar perusahaan tertentu.

Belum diketahui apa dampak kebijakan tersebut terhadap penjualan TikTok. Padahal baru-baru ini ByteDance dikabarkan akan segera menyelesaikan proses penjualan bisnis TikTok di AS, Selandia Baru dan Australia dalam waktu dekat.

Sejauh ini, Microsoft, Oracle, dan sejumlah perusahaan AS lainnya berlomba menawar TikTok. Bahkan raksasa retail Walmart pun tertarik memiliki TikTok, dan menggandeng Microsoft untuk menawarnya.

TikTok sendiri terus dikejar oleh tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump. Setelah mengeluarkan perintah eksekutif pada awal Agustus lalu, Trump mengeluarkan perintah kedua yang mengharuskan TikTok untuk menjual bisnisnya di AS dalam waktu 90 hari.

Sumber: detikINET