Operasi Masker di Subang Kota

by

62 Pelanggar Dihukum

Subang, JPOL- Sekitar pukul 7.30 WIB, warung Darsim, yang berada persis dibelakang ruang komisi-komisi DPRD Kabupaten Subang, belum terlalu ramai pengunjung. Maklum, hari ini, Jum’at (16/10/2020), dan setiap kegiatan perkantoran tidak terlalu sibuk.

Saat kami, para jurnalis, tengah berbincang tentang undang-undang cipta kerja, sekonyong-konyong, datang seorang pengendara sepeda, dari dandanan yang dipakainya, menyiratkan, jika dia tengah berolahraga.

Tanpa banyak bicara, dia langsung menghampiri pemilik warung, yang biasa kami, para jurnalis memanggilnya Mang Darsim. Perempuan tersebut menceritakan kejadian yang baru saja dilihatnya.

“Mang, barusan ada operasi (yustisi, red) di sekitar bioskop Candra (sebenarnya bekas bioskop, karena saat ini sudah tidak beroperasi lagi, yang lokasinya di pertokoan Pujasera Kecamatan Subang, red) sekarang, yang tidak pakai masker, akan langsung ditindak,” ujarnya, kepada pemilik warung.

“Apa saja hukumannya, bu?” Mang Darsim bertanya kepada si pengendara sepeda yang tidak juga melepaskan masker yang menempel di mukanya.

“Ada yang disuruh push up dan ada juga yang disuruh menyanyikan lagu nasional, itu bagi yang tidak membawa masker, sementara kalau yang bawa masker tapi tidak dipakai, cuma disuruh memakai saja dan dipersilahkan pergi,” ujar si ibu tersebut.

Para jurnalis yang sedari tadi acuh tak acuh terhadap pembicaraan si ibu dengan Mang Darsim, mulai tertarik untuk menimpali obrolan mereka, satu diantaranya, Herman. Menurutnya, seharusnya, menggunakan masker menjadi kebiasaan, bukannya harus ada yang memerintahkan.

“Padahal, unuk menjaga kesehatan mereka sendiri, tapi masih saja ada yang abai dalam menggunakan masker,” ujar Herman, seperti menyayangkan tindakan para pelanggar protokol kesehatan.

Selang beberapa waktu, obrolan si ibu sudah tidak fokus lagi terhadap adanya operasi yustisi yang dilakukan oleh aparat gabungan, dari mulai Satpol PP dan Damkar Kabupatrn Subang, TNI/ Polri dan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, di jalan Suprapto, Subang.

Para jurnalis, mulai bergeser menuju ke lokasi dilakukannya operasi masker yang tepat berada di depan bekas bioskop Candra. Di lokasi tersebut, para pengguna kendaraan roda dua dan empat yang tidak menggunakan masker, tengah dihukum.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang, Dikdik Solihin, mengatakan, kegiatan operasi tersebut, dilaksanakan guna memastikan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan memutus rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Subang.

“Tujuan kegiatan operasi ini untuk mendisiplinkan masyarakat Subang dalam pemakaian masker. Diharapkan dengan kedisiplinan memakai masker dan pelaksanaan protokol kesehatan lainnya, dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Subang,” ujar Dikdik.

Menurut Dikdik, kegiatan pendisiplinan tersebut telah berdampak positif terhadap upaya menekan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Subang, lain dari itu, jumlah pelanggarnya pun, semakin menurun.

“Untuk wilayah Kecamatan Subang, saat ini menunjukkan penurunan tingkat pelanggarannya. Namun untuk di kecamatan-kecamatan lain, masih cukup banyak,” jelasnya.

Dikdik memberikan data awal saat pelaksanaan operasi penggunaan masker. Menurutnya, pada awal-awal operasi, jumlah pelanggaran di wilayah kota, depan Alun-alun Subang mencapai 57 pelanggaran dalam setiap kegiatan operasi.

“Namun, saat ini sudah turun menjadi kurang dari 40 pelanggaran,” ungkapnya.

Menurut Dikdik, setiap pelanggar akan langsung diberikan sangsi tegas dengan push up, melafalkan teks Pancasila dan menyanyikan lagu nasional. Dikdik juga menjelaskan, bahwa sasaran kegiatan operasi beragam.

“Diantaranya tempat-tempat umum yang menjadi lokasi kerumunan warga dan jalan raya. Kami terus menghimbau, agar masyarakat harus displin dan menerapkan 3M mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, agar memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 di Kabupaten Subang,” tegasnya.

Jam menunjukan hampir pukul 11.00 WIB, kegiatan operasi penggunaan masker terpaksa dihentikan sejenak, karena para petugas akan menunaikan shalat Jum’at. Dari data yang terkumpul, menunjukan angka yang cukup mengkhawatirkan, karena jumlah pelanggar, menurut Dikdik sebanyak 62 orang.

“Jika masyarakat Subang tetap semangat untuk melakukan protokol kesehatan, kasus Covid 19 di Kabupaten Subang, semakin hari bisa semakin turun,” ucapnya.

Penulis: @agusekoms
Editor: Agus Eko MS