Cegah Stunting, Bunda Paud Resmikan Isi Piringku

by
Bunda Paud saat mengadakan rapat bersama

SUBANG, JPOL – Cegah Stunting, Bunda Paud Resmikan Isi Piringku — Bunda Paud Kabupaten Subang Hj. Yoyoh Ruhimat menghadiri acara launching program Isi Piringku yang dilaksanakan oleh Himpaudi Kabupaten Subang bersama Sakanti Consulting dan PT. Danone Indonesia di Ruang Rapat Segitiga, Rumah Dinas Bupati Subang, Kemarin.

Pada tanggal 26-28 Februari 2018 Sakanti Consulting bersama PT. Danone Indonesia telah mengadakan kegiatan pelatihan ToT pertama Isi Piringku untuk 10 lembaga Paud dan 30 guru Paud di Cisalak, Kabupaten Subang.

Lalu tahap kedua pada tanggal 23-24 November 2019 telah mengikuti pelatihan sebanyak 60 orang dan 5 orang pengurus Himpaudi Kabupaten Subang.

Selanjutnya untuk Cegah Stunting Bunda Paud, Kegiatan pelatihan tahap ke-3 akan diikuti oleh sebanyak 400 Paud dan diadakan secara virtual karena menyesuaikan kondisi pandemi yang masih belum berakhir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tatang Komara mengatakan bahwa, dirinya sangat mendukung adanya program Isi Piringku ini.

“Isi piring yang ada pada putra putri kita saat ini dapat menentukan masa depan yang akan datang, oleh karena itu menjadi hal yang penting untuk dipahami dan diperhatikan bahwa gizi seimbang sangat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak.

Berharap program ini dapat tersosialisasi dengan baik dan lebih jauh ke daerah-daerah yang ada di Subang”, ungkapnya.

Selanjutnya Dinas Kesehatan juga berharap bahwa seluruh Paud yang ada di Kabupaten Subang, memiliki komitmen yang sama untuk mendukung penurunan stunting dengan program Isi Piringku ini.

“Dinas Kesehatan menargetkan bahwa tahun 2024 Kabupaten Subang, sudah mencapai Zero Stunting.

Karyanto Wibowo perwakilan dari PT Danone Indonesia menyebutkan bahwa, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting akibat dari kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

“Stunting juga secara tidak langsung menyebabkan kerugian sekitar 300 triliun rupiah bagi negara Indonesia, hal tersebut ditimbulkan oleh rentannya masyarakat yang terkena stunting untuk terserang penyakit kronis dan pengembangan diri yang kurang optimal sehingga berpengaruh terhadap pendapatan yang lebih sedikit saat dewasa.

Program Isi Piringku ini merupakan pengganti konsep 4 sehat 5 sempurna yang lebih dulu digencarkan. Harapannya program Isi Piringku dapat lebih mudah dipahami dan dilakukan oleh masyarakat”, Karyanto Wibowo.

Dalam sambutannya Hj. Yoyoh Ruhimat menyampaikan bahwa konsep Isi Piringku adalah untuk mendorong masyarakat agar selalu makan dengan gizi seimbang.

“Isi Piringku membantu masyarakat memahami konsep gizi seimbang dibantu dengan visual yang mudah dikenali anak maupun orang dewasa.

Pelatihan ini sangat penting agar para guru mudah memberikan pemahaman bagi orang tua mengenai nutrisi yang sangat penting bagi anak-anak.

“Sebab kabupaten Subang tengah menghadapi masalah seperti gizi kurang, stunting dan kurus”, ungkap Hj. Yoyoh Ruhimat