Kang Jimat Berharap Sistem Resi Gudang Bisa Sejahterakan Petani

by
Kang Jimat
kang Jimat Hadiri Ruwat Bumi

JPOL – Bupati Subang, Ruhimat mengatakan, kegiatan literasi Kebijakan Sistem Resi Gudang (SRG) sangat berguna untuk masyarakat. Karena, perkembangan SRG di Subang hingga 2020, ada 7 yang sudah berizin dan bahkan ada dua gudang swasta yang sedang proses perizinan.

“Pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Subang terkendala di SDM pengelola SRG. Sehingga perlu penguatan internal bagi pengelola SRG dan perlu ditanamkan rasa memiliki dan rasa ikhlas untuk membantu para petani agar petani sejahtera,” kata Ruhimat disampaikan dalam acara bertajuk “SRG sebagai salah satu instrumen pemulihan ekonomi Nasional di era Covid-19” di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/11/20).

Menurut Ruhimat, di masa pandemi Covid-19, pemanfaatan SRG oleh para petani sangat signifikan. Hal ini terlihat dari data penyimpanan SRG tahun 2009 yang di posisi nilai resi 7.941.200.000, dan di tahun 2020 nilai resi 8.462.915.000.

Sementara itu, Kepala Dinas DKUPP Subang, Dadang Kurnianudin, menyampaikan, selain gabah, komoditi yang potensial dikembangkan sebagai komoditi SRG di Kabupaten Subang yaitu kopi.

Karena, kopi merupakan komoditas yang berpotensi di Kabupaten Subang rata-rata produktivitas kopi mencapai 10 ton dengan 6 ton kopi arabika dan 4 ton kopi robusta selain gabah dan beras yang ada di gudang SRG Subang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, kepala BAPPEBTI Kementerian Perdagangan, Profesor Sidharta Gautama, Sekertaris BAPPEBTI, Nusa Eka, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Haji Muhammad Arifin, Kepala Biro pembinaan dan pengawasan sistem resi gudang dan pasar lelang BAPPEBTI, senior Executive Vice President Bank BJB, Direktur komersial Sucofindo, Kepala Dinas Koperasi UMKM perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Subang, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor.