Ini Kata Ridwan Kamil Soal Kerumunan Rizieq

by -6 views
Ridwan Kamil (kang Emil)

JPOL – Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan sejumlah hal terkait kerumunan massa saat Habib Rizieq Syihab mengunjungi Pondok Pesantren Alam dan Argokultural Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Pertama, menurut pria yang akrab disapa Emil ini, izin dalam kegiatan itu berada di tangan Bupati Bogor Ade Yasin. Hal itu berbeda dengan acara di Jakarta yang teknis izin keramaiannya diberi langsung gubernur.

“Izin acara itu diskresi boleh tidaknya bukan wilayah gubernur karena provinsi di republik ini di luar Jakarta punya hierarki pemerintahan yang namanya bupati dan wali kota terpilih. Maka setiap ada hal teknis diskresinya ada di wali kota dan bupati,” kata Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Selasa (17/11).

Selanjutnya, Emil menyatakan, Bupati Bogor Ade Yasin telah mengambil keputusan yang benar dengan tidak memberi izin kegiatan yang dihadiri Habib Rizieq. Bahkan, pihak TNI melalui Kodim telah melakukan lobi agar massa yang hadir dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Kedua, bupati dan pemerintah daerah Bogor sudah melakukan hal yang benar yaitu tidak memberikan izin kepada acara tersebut, jadi tidak ada perizinan,” ucap dia.

Meski izin kegiatan tak dikeluarkan, namun menurut Emil, malah terjadi euforia dengan jumlah massa besar, sehingga ada dua pilihan untuk menegakkan secara represif atau humanis.

Saat itu, aparat memilih menindak secara humanis yang akhirnya memberi konsekuensi Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi harus digeser dari jabatannya.

“Keputusan ini akhirnya memberikan konsekuensi dinamika di kepolisian di mana sahabat kami Pak Kapolda Pak Rudy tentu terjadi pergeseran,” tutur dia.

Emil menilai Rudy merupakan sosok yang baik. Bahkan, dia memiliki jiwa patriot dengan menjadi relawan vaksin. Meski demikian, Emil mendoakan agar di jabatan baru, Rudy bisa bertugas dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut, Emil mengimbau kepada masyarakat terutama pimpinan organisasi masyarakat agar memahami penyelesaian pandemi corona tak hanya mengandalkan aparat semata.