487 Ha Lahan Telah Disiapkan untuk Kawasan Industri Baru di Subang

by -14 views
Kawasan Industri Baru di Subang
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum dan Direktur PTPN VIII Muhammad Yudayat saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan industri baru di Desa Sumur Barang, Kecamatan Cibogo, Subang, Kamis (19/11/2020). (Foto: Didin Jalaludin) Artikel ini telah tayang di jabar.inews.id dengan judul " PTPN VIII Siapkan 487 Hektare Lahan di Subang untuk Kawasan Industri Baru ",

JPOL – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyiapkan lahan seluas 487 hektare untuk kawasan industri baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lahan seluas 487 hektare lahan itu berada di Kecamatan Cibogo, Subang, yang merupakan bagian dari Perkebunan Wangunreja.

“Pengembangan kawasan industri ini sudah menjadi komitmen PTPN dan sejalan dengan kebijakan Pemerintah. Untuk kawasan industri ini memanfaatkan lahan sudah tak produktif. Kami menargetkan 2021 nanti sudah mulai dibuka,” kata Direktur PT Perkebunan Nusantara VIII Muhammad Yudayat saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan industri baru tersebut di Desa Sumur Barang, Kecamatan Cibogo, Subang, Kamis (19/11/2020).

Dia mengemukakan, pengembangan kawasan industri yang sudah disiapkan seluas 487 hektare ini adalah tahap pertama. Kemudian akan berlanjut dengan memamfaatkan lahan lain yang sudah tidak produktif milik PTPN.

Segala sesuatu untuk merealisasikan rencana tersebut, ujar dia, sudah disiapkan, termasuk investor. Tinggal nanti mengatur soal tata ruang wilayah dan kemudian prizinan lain.

“Jadi kami realisasikan secepatnya. Sejauh ini tidak ada kendala, karena sudah melalui tahap kajian. Tinggal tahun depan itu membereskan legalitas lahan dan lansung pembangunan. Investornya sudah siap semua,” ujarnya.

Yudayat menuturkan, lahan tak produktif eks perkebunan yang disiapkan untuk kawasan industri ini tidak semua lahan dialihfungsikan. Dari 2.500 hektare lahan Perkebunan Wangunreja, hanya 487 hektare atau kurang dari satu perempat lahan yang dimamfaatkan kawasan industri.

Pembangunan kawasan industri tersebut dilakukan untuk memanfaatkan peluang atas beroperasinya Pelabuhan Patimban di utara Subang, operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka, dan akses Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Tidak hanya mengembangkan kawasan industri, tutur Yudayat, PTPN juga mengembagkan kawasan wisata, namun lokasinya berbeda. Untuk kawasan wisata akan dikembangkan di wilayah Subang yang bersuhu dingin, seperti Ciater dan Walini.

Rencana PTPN VIII ini, sejalan dengan rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang berniat membuat kawasan Metropolitan Rebana di utara Subang, Majalengka, dan Indramayu.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Rebana Metropolitan diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar di masa depan. Setiap kawasan industri yang berada di dalamnya, akan dikembangkan dengan prinsip terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

“Rebana Metropolitan akan dibangun tidak hanya sebagai kumpulan pabrik semata, tetapi kota modern yang terintegrasi. Tujuannya untuk mewujudkan sinergi pengembangan kawasan melalui integrasi rantai logistik industri besar, menengah, kecil serta peningkatan konektivitas kawasan untuk integrasi hubungan logistik kawasan industri, kawasan perkotaan dan kawasan Pedesaan,” kata Uu.

Dia berharap, Subang ke depan bakal menjadi daerah yang sangat maju lantaran masuk dalam proyek kawasan Segitiga Rebana. Uu juga berpesan warga Subang sudah semestinya mempersiapkan diri dengan memperkaya skill atau keahlian.

“Dibukanya Rebana Technopolis ini sebagai daya dorong bagian timur Subang. Jadi, warga harus dari sekarang perkayakan keahlian,” ujar dia.