Jepang Dilanda Wabah Flu Burung, 850 Ribu Ekor Ayam Dimusnahkan

by -24 views
Ilustrasi Flu Burung
Ilustrasi flu burung. (Shutterstocks)

JPOL – Saat ini Jepang tengah dilanda wabah flu burung, Prefektur Kagawa akan memusnahkan 850.000 ayam di dua peternakan unggas setelah Jepang mendeteksi wabah flu burung awal bulan ini.

Pemusnahan ayam ini akan menjadi kasus keenam dan ketujuh dari flu burung di prefektur Kagawa.

Ini juga menjadi pemusnahan terbesar yang pernah dilakukan sejak wabah flu burung pertama di Jepang dalam lebih dari dua tahun ditemukan pada unggas bulan ini.

Ayam di dua peternakan di kota Mitoyo, Kagawa dinyatakan positif dalam pemeriksaan awal flu burung pada hari Kamis 19 November 2020, setelah peternakan telah memberi tahu pemerintah prefektur tentang peningkatan jumlah ayam yang mati.

Pemerintah setempat mengatakan telah mengonfirmasi bahwa infeksi itu adalah jenis flu burung H5 yang sangat patogen dari tes genetik pada hari Jumat.

Dikutip dari laman Pikiran-rakyat.com via Japan Today, Prefektur Kagawa sebelumnya telah memusnahkan sekitar 460.000 ayam selama empat kasus terakhir sejak Jepang dilanda flu burung.

Wabah flu burung terakhir di Jepang terjadi pada Januari 2018, ketika 91.000 ayam di sebuah peternakan di kota Sanuki, juga di prefektur Kagawa, dimusnahkan karena jenis flu burung H5N6, menurut kementerian pertanian.

Tentang Flu Burung

Strain virus influenza yang terutama menginfeksi burung, tetapi juga dapat menginfeksi manusia.

Jenis flu ini paling sering terjadi karena kontak dengan unggas sakit. Flu ini juga dapat menular antarmanusia.

Gejala dimulai dalam waktu 2-8 hari, dan dapat terlihat seperti flu biasa. Batuk, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan sesak napas dapat terjadi.

Penyakit ini dapat menyebabkan angka kematian tinggi pada manusia. Beberapa obat antivirus, jika dikonsumsi dalam waktu dua hari sejak adanya gejala, dapat membantu.

Kurang dari 1 ribu kasus per tahun (Indonesia)

  • Dapat ditangani oleh tenaga medis profesional
  • Membutuhkan diagnosis medis
  • Sering kali memerlukan uji atau pencitraan laboratorium
  • Menular melalui percikan di udara
  • Jangka pendek: reda dalam jangka waktu harian hingga mingguan

Cara penyebaran
Melalui uap air udara pernapasan (batuk atau bersin).