Kabupaten Tasikmalaya Berlakukan PSBMK jika Ditemukan Kasus Covid-19

by
satgas Covid Tasikmalaya, Mohammad Zen
Ketua harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zen. /Pikiran-rakyat.com/Aris MF

JPOL – Kabupaten Tasikmalaya Berlakukan PSBMK jika Ditemukan Kasus Covid-19, Saat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya memang diketahui dalam kondisi risiko tinggi.

Hal ini pun membuat Satuan Tugas Covid-19 harus bekerja lebih ekstra guna mencegah penularan lebih banyak lagi.

Salah satunya yang dilakukan saat ini yakni dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro Komunitas (PSBMK), jika ditemukan adanya penyebaran di lingkungan skup terkecil, seperti pondok pesantren, sarana pendidikan dan wilayah kampung.

Ketua harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zen mengatakan, jika saat ini sudah ada 34 titik tersebar, di 20 kecamatan yang bakalan diberlakukan PSBMK.

Akan tetapi langkah selanjutnya yakni menunggu hasil tracking dari indikasi penyebaran. Untuk selanjutnya Kabupaten Tasikmalaya berlakukan PSBMK jika ditemukan lagi kasus Covid-19.

“Kita tunggu dulu hasil tracking, jika hanya satu maka itu cukup isolasi mandiri saja. Namun jika ditemukan lebih dari 2 atau 3, maka kita akan berlakukan PSBMK. Kita akan urut mana yang beresiko paling tinggi,” jelas Zen, Selasa, 24 November 2020.

Satgas juga, dikatakan dia, akan terus melakukan pemantauan intensif di titik tersebut untuk menentukan apakah PSBMK bisa diterapkan atau tidak.

Zen menambahkan, pihaknya juga melakukan penambahan ruangan khusus bagi pasien bergejala positif Covid-19.

Penyebaran covid-19 kini juga mulai ditemukan di kalangan ASN Pemkab Tasikmalaya. Setidaknya, dikatakan Zen, sudah ada 4 ASN yang terkonfirmasi Covid-19.

Pihaknya pun langsung melakukan tracking dan swab masal di lingkungan kerja dinas yang ditemukan positif covid-19. Mereka yang positif pun tengah melakukan isolasi mandiri.

“Oleh karena itu, kami terus menghimbau kepatuhan penerapan 3M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak. Guna memutus mata rantai penyebaran,” jelas Zen.