Wabup Subang: Puskesmas Kerjasama Turunkan Stunting

by
Wakil Bupati Subang Agus Masykur
Beri Sambutan- Dalam Sambutannya, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi Mengingatkan Masyarakat akan Pentingnya Menjaga Immunitas Tubuh (Humas Pemkab Subang)

SUBANG, JPOL – Wakil Bupati Subang Kang Akur himbau agar setiap Puskesmas di masing-masing Kecamatan lakukan kerjasama turunkan stunting.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi berharap semua kecamatan dan Puskesmas di kabupaten ini dapat melakukan kerja sama menangani untuk menurunkan angka stunting di Subang.

Hal ini diungkapkan pada saat membuka rapat koordinasi pembinaan dan evaluasi kegiatan percepatan dan penurunan stunting tingkat kabupaten dan kecamatan di Grant Hotel Subang, Kamis, 26 November 2020.

Stunting adalah sebuah kondisi dimana anak mengalami kekurangan gizi kronis pada periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan. Dampaknya? tidak hanya tubuh pendek, tapi stunting juga berdampak panjang dalam tumbuh kembang anak di masa depan.

Wakil Bupati yang akrab disapa Kang Akur, seperti dikutip pada akun instagram official Pemerintah Kabupaten Subang (pemkabsubang) memberikan apresiasinya kepada Tim Satgas stunting tingkat kabupaten yang telah bekerja keras untuk berupaya menurunkan tingkat kasus stunting di Kabupaten ini.

“Dengan telah dirumuskannya regulasi untuk stunting saat di Ciater lalu maka saatnya diimplementasikan bersinergi dengan kecamatan dan puskesmas yang tersebar di semua Kabupaten Subang,” kata Kang Akur.

“Mari kita bersama – sama untuk bekerja dengan iklas apalagi bagi masyarakat yang mengalami stunting ini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan kita semua” ujarnya.

Seperti diberitakan Galamedianews.com tanggal 7 Juli 2020 dalam artikel berjudul Angka Bayi Stunting di Subang Cenderung Menurun, angka bayi stunting di kabupaten Subang mencapai 2.476 dari 112.777 balita pada tahun 2019.

Angka tersebut mengutip dari Kepala BP4D Kabupaten Subang Sumasna.

Secara persentasi, angka stunting di Subang mengecil menjadi 2,6 persen di 2019 dari 3,2 persen di tahun 2018.

Pada rapat koordinasi Kamis, Kang Akur menambahkan ia berharap semua kecamatan dan puskesmas dimasing-masing kecamatan dapat bekerjasama untuk menangani penurunan stunting di kabupaten Subang.

Subang ternyata meraih Juara umum ke-2 Pelaksanaan Konvergensi Stunting Tingkat Jawa Barat, menurut informasi dari Pemkab Subang.

“Hal tersebut dapat dicapai atas dukungan pimpinan tertinggi, keterpaduan program di setiap OPD (organisasi perangkat daerah) dalam penurunan stunting, serta keseriusan OPD dalam penurunan stunting yang diwujudkan dalam penganggaran di OPD,” kata Pemkab Subang melalui akun Instagramnya.

Ditambahkan, Pemkab mencatat bahwa masih ada desa di Subang yang belum Open Defecation Free (ODF), yaitu Desa Pinangsari dan Desa Sukahaji Kecamatan Ciasem.

ODF adalah kondisi ketika warga dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.

Ada juga Desa Mekarsari Kecamatan Cikaum, Desa Kebondanas, Rangdu Kecamatan Pusakajaya, dan Desa Jatiragas Hilir Kecamatan Patokbeusi, yang juga masih belum ODF.

Puskesmas Kerjasama Turunkan Stunting