Dibayangi Covid-19, Disdikbud Siapkan Dua Skenario Pembelajaran

oleh
Pembelajaran- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, menyiapkan dua skenario pembelajaran disaat pandemi. (ilustrasi, property disdikbud Subang)

Subang, JPOL- Dibawah bayangan Covid-19, Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, menyiapkan dua skenario pendidikan, hal tersebut menurut Kepala Bidang SMP, Aep Saefudin, dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Subang.

“Sampai saat ini, Senin (4/1/2021) Kami masih belum memiliki kepastian, apakah akan dilaksanakan tatap muka, atau melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ,red),”ujar Aep.

Menurut Aep, belum adanya kepastian, karena pihak dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Subang, masih menunggu hasil dengan tim satuan gugus tugas Covid-19 Kabupaten Subang.

“Besok (Selasa, 5/1/2021) atau kemungkinan Rabu (6/1/2021) Kami akan melaksanakan rapat yang dipimpin langsung oleh Pak Bupati dengan seluruh stakeholder, mulai dinas Kesehatan, IDI, ikatan dokter anak, KPAI dan lainnya,” tambah Aep.

Menurut Aep, apabila Subang sudah masuk zona hijau, kemungkinan untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka, akan sangat mungkin dilaksanakan. Namun, apabila tidak memungkinkan untuk dilaksanakan tatap muka, maka pembelajaran akan dilaksanakan secara virtual.

“Tatap muka juga, akan dilaksanakan dengan protocol kesehatan yang sangat ketat, mulai dari jumlah murid yang bisa mengikuti pembelajaran, ditiap kelasnya hanya 50% serta sisanya melaksanakan pembelajaran jarak jauh, jadwalnya nanti diatur,”ujar Aep.

Sementara untuk pembelajaran jarak jauh, menurut Aep, dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Subang, telah menyiapkan scenario lainnya. Diantaranya, pembelajaran melalui daring, luring dan kunjungan guru ke rumah-rumah siswa.

“Pelaksanaannya akan diawasi langsung oleh para pengawas, para coordinator satuan pendidikan, juga untuk SMP, nanti langsung dengan Kabid SMP,” jelas Aep.

Menurut Aep, sebagian besar sekolah di Kabupaten Subang, sudah menyiapkan berbagai scenario untuk pelaksanaan pembelajaran.

“Yang paling utama kan harus melaksanakan protocol kesehatan, 3M. Memakai Masker, Menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun. Apabila pembelajaran dilaksanakan di sekolah pun, maka pihak sekolah harus menyediakan masker dan lain sebagainya, ini sudah disiapkan oleh pihak sekolah,”ujar Aep.(***)       

Penulis dan Editor: Agus Eko MS