Banjir di Pamanukan, SEKDA & BPBD Gerak Cepat

by
Rapat Koordinasi Banjir Pamanukan

SUBANG, JPOL – Terkait banjir di pamanukan dan memasuki masa curah tinggi, Sekda Subang H. Aminudin menggelar rapat koordinasi penanganan bencana di Ruang Rapat Bupati, Senin (11/01/2021) pukul.10.00 WIB.

Selain membuka rakor siaga bencana H.Aminudin pun menghadiri penyerahan penghargaan kepada desa atas pencapaian penerimaan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan perkotaan.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut kepala pelaksana BPBD Subang H. Hidayat, “saat ini kami berupaya membuat sodetan sungai cipunegara yang berada di wilayah kecamatan legonkulon” ungkap H. Hidayat.

Dalam kesempatan itu pula kepala pelaksana BPBD menyampaikan pemaparan tentang sodetan sungai cipunegara “pekerjaan sepanjang 550 meter, saat ini baru berjalan 23 hari dikedalaman 2 meter yang seharusnya 7 meter” terang H.Hidayat.

Terkait banjir pamanukan pihaknya akan berkoordinasi dengan satpoldam dan camat-camat di daerah pantura

“Alhamdulillah BBWS dan pusat siap turun menangani permasalahan banjir pamanukan” ungkapnya.

Banjir yang merendam wilayah Pamanukan, Minggu (10/1/2021) hari ini sudah mulai surut, begitu juga dengan  debit air Cipunagara juga sudah mulai turun tak seperti kemarin.

Berdasarkan pantauan sejumlah ruas jalan yang sampai Senin dini hari masih terendam, terpantau, Senin pagi(11/1/2021) sudah mulai surut dan sudah kembali bisa dilintasi kendaraan.

Selain itu aktivitas wargapun sudah kembali normal dan hanya tersisa tumpukan sampah yang terbawa hanyut oleh banjir kemarin.
Kabid Kebencanaan Tarkiman mengatakan, saat ini banjir sudah surut dan debit air sungai Cipunagara juga sudah menurun.


“Alhamdulillah banjir sudah surut dan jalanan yang kemarin terendam banjir sudah bisa dilalui lagi oleh kendaraan” ujar Tarkiman.

Pasca Banjir, BPBD saat ini sedang menggelar rapat bersama muspika Pamanukan dan Legonkulon serta para kepala desa untuk antisipasi banjir susulan.


” Pasca Banjir ini, kita akan lakukan perbaikan tanggul yg kemarin sempat bocor” katanya.
Tarkiman  juga menghimbau agar warga tetap waspada mengingat intensitas curah hujan masih tinggi, segala kemungkinan bisa terjadi.


“Tetap waspada, banjir susulan kemungkinan bisa terjadi, karena intensitas curah hujan masih tinggi”, ujarnya.