Pengertian Cashflow Quadrant dan 4 Bagian yang Ada di Dalamnya

by
Ilustrasi Uang Pinjaman
Ilustrasi Pinjaman Uang/Foto: Alexanders Mils

JPOL – Sebagian besar orang diluar sana mungkin masih asing dengan sebuah istilah cashflow quadrant. Istilah ini sangat penting untuk dipahami, khususnya bagi Anda seorang pebisnis. Kenapa? Karena istilah ini berperan penting untuk meraih kesuksesan dalam bidang keuangan perusahaan.

Nah pada artikel kali ini, mari kita membahas secara lengkap tentang pengertian cashflow quadrant, dan empat bagian penting yang ada di dalamnya.

Pengertian Cashflow Quadrant

Seorang penulis dan juga investor dari Amerika Serikat bernama Robert T. Kiyosaki adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah cashflow quadrant.

Dirinya menulis buku cashflow quadrant dan menjadi sangat terkenal di berbagai negara karena konsep di dalamnya yang menjelaskan tentang profesi dan keuangan yang dianggap mencerminkan realita yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Tujuan sederhananya dari buku ini adalah untuk membantu setiap individu dalam meraih kebebasan finansial. Dengan terwujudnya kebebasan finansial, maka seseorang memiliki kebebasan waktu dan juga utang yang bisa menghancurkan, serta mampu memiliki bisnis yang mampu mendatangkan profit yang besar.

Jadi, sederhananya cashflow quadrant adalah suatu diagram yang menggambarkan cara setiap individu dalam memperoleh penghasilan. Cashflow quadrant ini selanjutnya mempunyai berbagai macam cara dalam hal mengatur keuangan, termasuk didalamnya cara mengelola utang dan juga aset setiap individu.

4 Jenis Cashflow Quadrant

Berikut ini adalah penjelasan penting terkait 4 jenis cashflow quadrant:

  • 1. Kuadran E (Employee)

Quadrant E atau quadrant employee atau dalam bahasa Indonesianya adalah kuadran karyawan cenderung memilih keamanan dan juga kenyamanan dalam mendapatkan penghasilan dengan cara bekerja dan memperoleh gaji tetap perbulannya.

Dengan menjadi seorang pegawai atau karyawan, dan mampu memenuhi berbagai persyaratan serta kualifikasi yang ditetapkan pada suatu perusahaan, sudah pasti pekerjaan tersebut akan membantu seseorang dalam taraf kenyamanan finansial seperti apa yang sebelumnya sudah diharapkan.

Mereka yang berada di dalam jenis cashflow quadrant E pada umumnya akan rela menukar semua waktu yang dimilikinya untuk bekerja, atau hampir 60% waktu yang dimilikinya untuk bekerja dan 40% sisanya untuk diri sendiri. Jika mereka yang berada di dalam jenis ini tidak bekerja, maka mereka tidak mampu mendapatkan penghasilan.

Dengan mempunyai jenjang karir yang sudah jelas, harapannya adalah mempunyai jenis taraf kehidupan yang jauh lebih layak. Mereka yang berada pada cashflow quadrant E ini adalah para karyawan yang mempunyai rasa nyaman karena mereka sudah pasti memiliki penghasilan ataupun gaji yang tetap perbulannya.

Namun, pada saat yang bersamaan mereka juga tidak memiliki keberanian untuk menempuh resiko yang lebih tinggi pada suatu pekerjaannya.

Mereka yang berada di dalam quadrant E umumnya memiliki mental berikut:

  • Cenderung enggan untuk meningkatkan kualitas dirinya.
  • Sudah terbiasa di dalam zona nyaman
  • Lebih menunggu untuk disuruh
  • Tidak memiliki inisiatif.
  • Lebih cenderung mengandalkan kemampuan otaknya atau bekerja cerdas.
  • Lebih sering memikirkan dirinya sendiri saja
  • 2. Quadrant S (Self-Employee Business)

Jenis selanjutnya adalah Quadrant S atau self-employed business. Dalam hal ini, S memiliki arti pada mereka yang sudah mempunyai dan mengerjakan jenis usahanya sendiri. Contoh sederhana dari quadrant S adalah para agen asuransi, arsitek, desainer, dan dokter.

Jenis pekerjaan tersebut cenderung memiliki bentuk pengelolaan bisnis sendiri dan tidak tidak bisa terlepas dari bisnis tersebut secara instan. Mereka yang berada pada jenis quadrant ini pun pastinya memerlukan kerja keras dan juga ide usaha dari pemilik pemilik bisnis.

Hampir sama dengan cashflow quadrant E yang sudah bersama kita tuliskan di atas, untuk bisa mendapatkan keuangannya, mereka harus rela menukar waktunya yang banyak untuk bekerja.

Apabila orang lain masih memiliki waktu istirahat setelah jam kerja atau jam kantornya selesai, maka mereka yang berada pada cashflow quadrant S masih harus mengelola bisnisnya sendiri, dan hal itulah yang membuat mereka harus bekerja lebih keras.

Mereka yang berada di dalam quadrant S umumnya memiliki mental berikut:

  • Mempunyai tingkatan yang lebih baik daripada mental quadrant E
  • Bisa menunda kenyamanan
  • Cenderung mempunyai usaha untuk meningkatkan kualitas dirinya dan terus belajar.
  • Memiliki inisiatif yang tinggi.
  • Mau bekerja lebih keras dan cerdas
  • Bisa bekerja secara mandiri tapi kesulitan untuk bekerja secara tim.
  • Selalu berusaha untuk inisiatif
  • Berusaha untuk selalu bekerja keras dan cerdas
  • Mereka juga kurang mampu mengelola atau mendidik para bawahannya jika diberikan tugas menjadi atasan, sehingga akan berdampak pada kerja sama tim yang kurang.
  • Selain itu, mereka juga cenderung hanya memikirkan kesuksesannya sendiri saja.
  • 3. Kuadran B (Big Business)

Tingkat keseriusan dari para pebisnis dalam jenis self-employed business nantinya akan terus meningkat dan membawa mereka pada level quadrant B atau big business. Mereka yang termasuk dalam jenis big business merupakan para pebisnis dari perusahaan besar yang didalamnya memiliki 500 lebih karyawan.

Para pebisnis ini tentunya akan bisa lebih berkembang jika mereka memiliki niat yang kuat untuk bisa bekerja keras dan merintis bisnisnya sendiri dari awal.

Mereka juga nantinya akan cenderung mampu dalam mengelola sumber daya yang terdapat di dalam perusahaan, seperti bahan atau barang dari perusahaan, hingga sumber daya manusia atau SDM yang ada di dalamnya.

Mereka yang berada di dalam quadrant B umumnya memiliki mental berikut:

  • Memiliki tingkatan lebih baik daripada quadrant S, terlebih lagi quadrant E
  • Rela menunda kenyamanannya
  • Memiliki usaha yang keras untuk meningkatkan kualitas dirinya.
  • Memiliki tingkat inisiatif yang tinggi.
  • Bisa keberka keras dan kerja cerdas.
  • Bisa bekerja secara individu atau tim.
  • Bisa mendistribusikan pekerjaanya dengan baik pada tim.
  • Bisa mengelola dan juga memberikan informasi yang baik pada bawahannya dengan berbagai cara agar tercipta tim yang kompak dan bisa terus berkembang.
  • Bisa memimpin tim untuk mencapai tujuan atau goals nya
  • Lebih cenderung memikirkan kesuksesan tim dan orang disekitarnya daripada kesuksesannya sendiri
  • Rendah hati, baik, jujur, dan juga bisa dipercaya.
  • 4. Quadrant I (Investor)

Jenis quadrant terakhir yang terdapat dalam cashflow quadrant adalah quadrant I atau investor. Mereka yang berada pada quadrant I ini memiliki level yang lebih tinggi daripada tiga jenis quadrant sebelumnya, dimana mereka yang berada pada jenis quadrant ini sudah mencapai kebebasan finansial dan juga kebebasan waktu.

Mereka yang sudah berada pada quadrant ini juga biasanya memperoleh penghasilannya dari hasil investasi yang sudah mereka lakukan.

Hampir serupa dengan quadrant B, mereka yang berada pada quadrant I juga tidak akan terjun langsung dalam aktivitas perusahaan tempatnya menanamkan modal. Mereka yang sudah berada pada quadrant B akan cenderung berusaha keras agar bisa masuk pada quadrant I karena nilai penghasilan yang didapatkan pada quadrant I jauh lebih besar.

Umumnya, sumber pendapatan mereka tidak hanya berasal dari satu sumber saja, melainkan dari berbagai sumber investasi.

Mereka yang berada pada quadrant ini adalah quadrant yang banyak diimpikan oleh banyak orang. Pada level ini, mereka tidak perlu pusing lagi terkait masalah finansialnya, karena penghasilan yang bisa mereka dapatkan juga sudah sangat besar.

Mereka juga umumnya tidak perlu kerja lebih keras dan menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, namun untuk mencapai level ini diperlukan usaha dan waktu yang sulit. Ada banyak pengorbanan yang harus mereka lakukan untuk mencapainya.

Mereka yang berada di dalam quadrant I umumnya memiliki mental berikut:

  • Memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada quadrant lainnya.
  • Seluruh mental yang terdapat pada quadrant B juga umumnya terdapat pada quadrant I. Hal tersebut ditambah dengan kemampuan untuk bisa menciptakan suatu sistem pada perusahaan dengan berbagai cara sehingga sistem yang diciptakannya bisa berjalan dan juga berkembang dengan sendirinya.

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang cashflow quadrant. Dengan adanya penjelasan diatas, maka diharapkan Anda mampu mengukur tingkat kesuksesan Anda saat ini dalam hal mendapatkan pendapatan keuangan.

Namun, pada intinya untuk bisa mendapatkan tingkatan quadrant I diperlukan usaha dan kerja keras yang tinggi pada semua pihak, baik itu bekerja untuk diri sendiri ataupun Anda yang sudah mampu mengelola perusahaan.

Untuk perusahaan yang ingin masuk pada golongan quadrant B, maka diperlukan usaha yang keras untuk bisa memperbaiki dan juga mengelola perusahaannya secara baik dan seefisien mungkin, termasuk dalam hal mengelola keuangan yang menjadi penentu kondisi finansial perusahaan.

Sumber: Accurate.id