Cirebon Dilanda Banjir, Tujuh Kecamatan Terendam

by
Ilustrasi Banjir
Ilustrasi Banjir (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)

JPOL – Cirebon Dilanda Banjir, Tujuh Kecamatan dan Ratusan Hektare Sawah Warga Terendam – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan tahun 2020-2021 akan berlangsung hingga bulan Mei 2021.

Guyuran hujan yang terus-menerus terjadi, bahkan dengan intensitas tinggi, pun menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia terendam banjir.

Seperti yang diketahui, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan terendam banjir.

Selain di Provinsi Kalimantan Selatan, hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan banjir di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kemudian yang terbaru, bencana banjir juga merendam sejumlah Kecamatan dan ratusan hektare areal persawahan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, terdapat tujuh kecamatan di Cirebon yang pada Minggu, 17 Januari 2021 hingga Senin, 18 Januari 2021 tergenang banjir.

Genangan banjir yang terjadi di tujuh Kecamatan di Cirebon tersebut memiliki ketinggian mulai dari setengah sampai satu meter.

Selain menyebabkan ribuan rumah warga terendam, banjir juga menggenangi ratusan hektare lahan pertanian yang baru ditanam.

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 833 hektare areal persawahan yang baru ditanami padi, terendam banjir sehingga harus ditanam ulang.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Wasman pada Senin, 18 Januari 2021.

“Yang terendam, data sementara itu ada 833 hektare areal persawahan,” ucapnya di Cirebon, seperti yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Selasa, 19 Januari 2021.

Wasman mengatakan bahwa areal persawahan yang terendam banjir seluas 833 hektare tersebut merupakan data dari tanggal 1 hingga 15 Januari 2021.

Dia menambahkan para petani harus kembali menanam dari awal, sebab tanaman padi yang terendam banjir tiga sampai empat hari itu menjadi mati.

“Akibat terendam banjir, membuat gagal tanam. Sehingga harus tanam ulang atau replanting,” kata Wasman.

Dia juga menuturkan untuk data dari tanggal 16 sampai 18 Januari 2021, saat ini masih dalam perhitungan tim di lapangan, karena areal persawahan yang terendam juga cukup luas.

“Kami juga masih terus mendata areal persawahan lainnya, yang sampai sekarang tergenang banjir,” ujar Wasman.