Ada Info Penting dari Mendikbud untuk Guru Honorer yang Ingin jadi PNS atau PPPK

by
Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim membuat program 'Belajar dari Rumah' yang akan ditayangkan di televisi selama siswa belajar di rumah akibat wabah virus corona (CNN Indonesia/Safir Makki)

JPOL – Merujuk pada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan turunannya, yaitu PP Manajemen PNS dan PP Manajemen PPPK, Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan semua rekrutmen guru aparatur sipil negara (ASN) harus melewati tes.

Baik itu rekrutmen guru PNS maupun PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Menurutnya, Kemendikbud harus mematuhi UU ASN shingga tak mungkin mengangkat ASN tanpa seleksi.

“Untuk merekrut guru ASN entah itu PNS maupun PPPK harus lewat tes. Sebab tidak memungkinan secara undang-undang untuk mengangkat honorer menjadi ASN tanpa seleksi,” kata Mendikbud saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI secara virtual, seperti dikutip dari Nesiatimes Rabu (20/1/2021).

Kemudian, ujar Nadiem, mengangkat ASN tanpa seleksi atau tes tidak hanya berarti melanggar UU ASN, hal tersebut juga melanggar etika kepada murid-murid.

Pasalnya, pengangkatan ASN tanpa seleksi ini akan berimbas kepada kualitas guru untuk mengajar murid-murid tanah air.

Pada kesempatan yang sama, Nadiem membocorkan beberapa strategi agar guru honorer yang berpengalaman dapat lolos dalam seleksi satu juta guru PPPK.

Nadiem Makarim menegaskan, kunci untuk lulus pada tes seleksi PPPK bukan pada kompetensi.

Namun, pada kemauan para guru honorer untuk mempelajari materi yang ada.

Jadi menurutnya motivasi di dalam diri gurulah yang memegang poin penting dalam keberhasilan.

Sekadar informasi, khusus untuk guru honorer akan mendapat dua keistimewaan.

Yakni, kesempatan mengikuti tes sebanyak tiga kali dan mendapatkan modul-modul belajar dari Kemendikbud.

Sehingga dengan ini, semua guru honorer diharapkan bisa diangkat menjadi PPPK.