Heboh Gempa Sesar Lembang Bandung, Ini Kata BMKG

by
Gempa
Ilustrasi Gempa

JPOL – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung memberi 5 tanggapan terkait Gempa Sesar Lembang yang belakangan banyak dibicarakan publik.

BMKG Bandung menerangkan bahwa Sesar Lembang Bandung merupakan sesar aktif dengan panjang sekira 25 hingga 29 Km.

“Tanggapan BMKG Bandung terkait kegempaan Sesar Lembang :

“1. Sesar Lembang merupakan sesar aktif dengan panjang sekitar 25-29 km yang terbagi menjadi 3 segmen. Berdasarkan kajian paleoseismik sesar Lembang mengalami pelepasan energi (gempabumi) tahun 1600,” tulis akun resmi BMKG Bandung, sebagaimana dikutip dari Pikiran-Rakyat.com dalam unggahan yang diposting @bmkgbandung pada 25 Januari 2021

Kekuatan maksimum sekira 6.8 hingga 6.9 Mw, menurutnya bakal ditimbulkan bila 3 segmen Sesar Lembang bergerak bersamaan.

“2. Jika 3 segmen sesar Lembang bergerak bersamaan akan menimbulkan gempabumi dengan kekuatan maksimum sekitar 6.8-6.9 Mw,” tulis BMKG Bandung menerangkan.

BMKG Bandung menerangkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 14 kejadian yang terekam seismograf BMKG yakni tahun 2020 hingga 2021.

“3. Hingga saat ini, aktivitas gempabumi terakhir yang terekam seismograf BMKG yaitu tahun 2010-2012 sebanyak 14 kejadian. Dari kejadian tersebut hanya 1 gempabumi yang dirasakan (28 Agustus 2011),” tulisnya.

Dalam unggahannya, BMKG Bandung menjelaskan bahwa informasi terkait Sesar Lembang yang bakal melepaskan energi pada tahun 2021 adalah informasi yang tidak benar.

“4. Gempabumi belum dapat diprediksi, sehingga informasi bahwa tahun 2021 Sesar Lembang akan melepaskan energi yang dikumpulkan sejak 2012 adalah informasi hoaks (tidak benar),” tulis BMKG Bandung menegaskan.

Lebih lanjut BMKG Bandung menerangkan bahwa Sesar Lembang memiliki potensi kegempaan yang tak dapat diprediksi besaran magnitudo dan waktu terjadinya.

“5. Sesar Lembang memiliki potensi kegempaan, tetapi kapan terjadi dan besar magnitudo belum bisa diprediksi. Potensi kekuatan gempa maksimum dapat diketahui, tetapi energi yang dihasilkan bisa saja hanya 40 atau 50 persen dari energi maksimum,” demikian ditulis oleh BMKG Bandung.

Untuk diketahui, di negeri ini terdapat wilayah seismic gap di zona sumber gempa Sesar Aktif selain Sesar Lembang antara lain Sesar Matano Sulawesi Tengah, Sesar Sorong Papua Barat dan Sesar Segmen Aceh.