Gubernur Minta Agar Korban Banjir yang Positif Covid-19 Dipindahkan

by
Ridwan Kamil

JPOL – Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan juga Pemilihan Ekonomi Daerah Jabar Ridwan Kamil menginstruksikan pada pemerintah daerah agar memperhatikan warga terkonfirmasi Covid-19 yang tengah isolasi mandiri agar dipindahkan ke fasilitas negara yang lebih aman. Hal itu terkait dengan banjir yang menerjang wilayah Jabar seperti Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Subang.

“Kalau sudah kedaruratan, SOP-nya adalah semua yang sudah namanya Covid-19 dan terdata itu ke rumah sakit, yang selama ini masih dalam kategori mandiri bisa di rumah, tapi (bila) dia posisi sebagai pengungsi, dia tidak mungkin, dia bergaul dan berdempetan di tempat pengungsian,” ujar Ridwan usai resmikan Scan Jabar di Cianjur, Minggu 21 Februari 2021.

“Hal itu sudah saya instruksikan, semua pasien Covid-19 di daerah banjir harus dibawa ke fasilitas negara, jadi kalau misal rumah sakitnya 100 persen karena berisi OTG kira-kira begitu itu tidak ada masalah karena kedaruratan,” ucap Ridwan melanjutkan.

Diakui Ridwan, rumah sakit adalah andalan sekarang. Terlebih ketika tempat isolasi mandiri terkena banjir.

“Pada saat ada kedaruratan tempat isolasi mandiri kena banjir seperti tempat isolasi yang disediakan pemerintah, kalau sifatnya butuh tempat bebas banjir hotel-hotel (yang berkomitmen sebagai tempat isolasi) itu sudah (siap) dan akan dijadikan alternatif, ” kata dia.

“Karena banjirnya di lantai bawah, atasnya masih bisa tapi (bagi terkonfirmasi Covid-19) yang butuh perawatan,” ucap dia.

Terkait dengan bencana yang terjadi pekan ini, Ridwan mengatakan, sampai akhir bulan, curah hujan masih sangat tinggi.

“Saya titip, arahan ke bupati/walikota untun siaga satu terutama daerah tengah ke utara yang sifatnya banjir dan tengah ke selatan yang sifatnya rata-rata longsor oleh air,” kata dia.

Ditegaskan Ridwan Kamil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah pusat mengerjakan cara-cara mengurangi banjir.

“Cuma ada yang sudah beres seperti Sodetan Cisangkuy, dulu yang bikin banjir di selatan, Sungai Cisangkuy ke Citarum lewat ke perumahan biasanya banjir, sekarang beres dibelokkan itu yang 100 persen, air ke Citarum tapi tak lewat pemukiman,” kata Ridwan Kamil.

Selain itu, ada infrastruktur yang baru 50 persen contohnya seperti Bendungan Sadawarna. Kalau bendungan tersebut beres tahun ini harusnya banjir Subang, Karawang bisa dikurangi.

“Kemudian di Kali Bekasi, ada 7 proyek sedang disiapkan, empat proyek konstruksi, tiganya pembebasan lahan. Jadi upaya-upaya mengatasi banjir terus kami lakukan, sambil tanggap daruratnya kita sudah sangat sigap, BPBD terus bekerja sama, mudah-mudahan tiap tahun berkurang,” katanya.

“Dan kami tidak mau takabur, karena banjir itu mohon maaf dibilang sudah tidak ada ternyata ada, makanya bahasa saya selalu untuk mengurangi, kalau dibilang menyelesaikan terlalu gegabah,” ujar Ridwan Kamil menutup sesi wawancara.