100 Hektar Lahan Bibit Tebu di Program KBD

oleh

Subang, JPOL- Kabupaten Subang menjadi satu dari dua Kabupaten yang mendapatkan program pengembangan kebun benih datar (KBD, red). Jumlah lahan yang digunakan seluas 100 hektar.

Demikian diungkapkan Kasie produksi pada Bidang Perkebunan di Dinas Pertanian Perkebunan dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Riki Damayanto, Rabu (07/04/2021).

Kasie produksi pada Bidang Perkebunan di Dinas Pertanian Perkebunan dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Riki Damayanto (dok.pribadi)

“Seluas 35 Hektar berada di kelompok Tani Murni, Desa Pasirbungur Kecamatan Purwadadi, dan seluas 65 hektar berada di Kelompok Sumber Manis Desa Pasir Muncang Kecamatan Cikaum, kegiatannya swakelola type IV,” ujar Riki.

Menurut Riki, program kebun benih datar diperuntukkan bagi para penangkar dan petani tebu yang memiliki tugas membantu mensukseskan target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.

“Penentuan kelompok diseleksi oleh Pusat, pun demikian halnya dengan kualitas benih yang ditanam oleh petani merupakan hasil pengujian dari pusat,” jelas Riki.

Disinggung terkait dengan peran Dinas Pertanian Perkebunan dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang, menurut Riki, hanya sebatas pada pendampingan dan pengawasan saja.

“Pertanggungjawaban SPJ dan keuangan dilakukan langsung oleh kelompok ke pusat. Keuangan disalurkan langsung ke rekening kelompok dan oleh kelompok disebarkan langsung ke masing-masing anggota kelompok yang memiliki areal garapan berbeda-beda,” tambah Riki.

Turunnya dana pun, menurut Riki, secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Riki mencontohkan, untuk pengolahan lahan, kemudian untuk pembelian bibit, pembelian obat-obatan dan lainnya.

“Secara keseluruhan, dari mulai pengolahan tanah sampai panen tebang, Pemerintah pusat memberikan bantuan sebesar Rp. 28 juta perhektar,” jelas Riki.

Menurut Riki, penanaman bibit KBD yang ada saat ini, akan digunakan untuk bibit pada musim bongkar ratun atau penanaman ulang bulan Agustus- September 2021.

“Bukan untuk dijual atau digiling. Petani KBD tidak dapat untung, bibitnya akan diberikan secara cuma-cuma ke kegiatan kelompok baru untuk bongkar ratun,” tegas Riki.

Melalui program KBD ini, tambah Riki, para petani tebu bisa memperoleh benih bersertifikat dan bermutu .

“Untuk pengembangan kebun tebu giling (KTG) secara cuma- pada tahun tanam 2021,” tambah Riki.

Bibit yang digunakan untuk pada program KBD, jenis PSJT. Menurut Riki, banyak kelebihan yang dimiliki oleh jenis benih ini, dibanding dengan jenis BL yang selama ini digunakan oleh petani tebu.

“Kelebihannya, kemasakan tebunya dari awal sampai tengah, kemudian cocok ditanam di lahan sawah dan tegalan, selain itu tahan hama dan penyakit luka api dan Rendemen diatas rata-rata,” jelas Riki.

Menurut Riki, apabila ada pihak dari elemen mana pun yang akan bertanya tentang program KBD, dipersilahkan untuk datang ke bidang perkebunan kantor dinas pertanian Kabupaten Subang.

Seperti diketahui, pemerintah mengembangkan 1.667 hektar KBD yang tersebar di Jawa Timur, Jawa tengah, dan Jawa Barat pada tahun 2020 sebagai bagian dari upaya mempercepat tercapainya swasembada gula. Pengembangan KBD ini ditargetkan bisa menghasilkan 600,120 juta benih.

Penulis dan Editor: Agus Eko MS