Di Bogor, Angka Kriminalitas Menurun Namun Kasus Narkoba Meningkat

oleh
Kriminal
Ilustrasi Grais Kriminal

JPOL – Polresta Bogor Kota memaparkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama triwulan di Kantor DPRD Kota Bogor, Rabu 7 April 2021. Dalam paparannya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menyebutkan angka kriminalitas pada triwulan pertama 2021 menurun dibandingkan triwulan 2020.

Namun demikian, kasus narkoba justru meningkat. Jika pada triwulan 2020 kasus narkoba hanya 35 kasus, pada triwulan pertama 2021, kasus narkoba melonjak hingga 51 kasus.

“Kita berhasil menekan angka kriminalitas dari dulu 345 kasus di triwulan pertama 2021, sekarang jadi 280 kasus. Tapi narkoba naik, dari 35 menjadi 54. Kami enggak akan biarkan ini, banyak warga Bogor jadi korban peredaran narkoba,” ujar Purnomo.

Tak hanya soal narkoba, Polresta Bogor Kota juga menyoroti kasus kekerasan yang kini banyak dilakukan oleh para remaja. Purnomo mengatakan, Polresta Bogor Kota banyak mengamankan remaja usia belasan tahun dengan bukti senjata tajam.

Purnomo berharap kasus semacam ini tidak dibiarkan, dan menjadi perhatian penuh bagi para orang tua.

“Jangan biarkan kelompok kekerasan merebak, orang tua tidak boleh membiarkan hal semacam ini. Majunya kota yang beradab itu ya tentunya harus bisa antisipasi kasus kekerasan. Ke depan kita akan ada unit konseling ke korban-korban termasuk anak dan juga korban narkoba,” kata Purnomo.

Menurut Purnomo pihak kepolisian ingin menginformasikan kepada seluruh stakeholder yang ada di Kota Bogor terkait situasi Kamtibmas, terutama sebelum menghadapi bulan Ramadhan.

“Tadi kami sampaikan berbagai kegiatan. Tentunya hal ini mendapat dukungan anggota dewan dalam rangka bersinergi dan berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk menjaga Kamtibmas,” kata Purnomo.

Lebih lanjut, Purnamo mengatakan, Ramadhan tahun lalu, Kota Bogor masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang begitu ketat. Bukan berarti dilonggarkan sepenuhnya, Ramadhan tahun ini pengetatan protokol kesehatan (prokes) juga masih diprioritaskan.

“Kita akan merancang operasi, tentunya terkait prokes. Jangan sampai jelang lebaran angka positif (Covid-19) naik. Gangguan kamtibmas selama bulan Ramadhan juga kami antisipasi,” katanya.

Selama tiga bulan ini, kata Kapolresta, pihaknya juga sudah melakukan banyak hal pengungkapan. Baik dalam hal penegakan hukum, maupun menghadapi pandemi Covid-19. Disampaikan juga bagaimana ratusan senjata tajam berhasil disita.

“Miras kita lebih tegas, bagaimana kejahatan yang meresahkan masyarakat termasuk kepada kaum perempuan dan anak semua kami lakukan. Supaya membuka mata kita bahwa kita harus sama – sama memiliki visi Kota Bogor yang maju dan beradab masyarakatnya,” ujarnya.

Selain ekspose secara data, jajaran Polresta Bogor Kota juga menampilkan beberapa stan dari masing – masing satuan di lantai satu Gedung DPRD Kota Bogor.

Seperti stan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), ratusan senjata tajam (sajam) bekas pelaku tindak kriminal dipajang. Mulai dari ukuran kecil hingga besar. Mulai dari clurit hingga samurai.

Hal serupa juga terjadi di stan Satuan Narkoba (Satnarkoba). Ratusan paket narkoba hasil sitaan petugas juga dipajang di sana. Mulai dari miras, tembakau sintetis, sabu, ganja dan jenis narkotika lainnya.

Selain stan satuan, enam jajaran Polsek yang berada di bawah naungan Polresta Bogor Kota, juga ikut mendirikan stand di Lantai 1 Gedung DPRD Kota Bogor.

Selain memamerkan hasil operasinya, jajaran Polresta Bogor Kota bersama Polsek, juga memamerkan alutsista yang kerap kali digunakan petugas saat menggelar operasi.

Mulai dari senjata api berbagai jenis, senjata laras panjang hingga alat pendukung kepolisian lainnya. Seperti alat tes urine, alat tes narkoba, ranjau paku hingga rompi anti peluru.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengungkapkan kiprah dan kinerja Polresta Bogor saat ini patut diacungi jempol. Dedie juga mengatakan, Pemkot akan mendukung penuh seluruh kegiatan yang menciptakan kondusifitas di Kota Bogor.

“Prestasi pengungkapan kasus yang menarik perhatian publik dan meresahkan masyarakat menjadi penawar kerinduan warga dalam menjadikan Kota Bogor yang aman, tertib dan nyaman,” kata Dedie.