Berisi Ujaran Kebencian, Kominfo Minta YouTube Blokir Jozeph Paul Zhang

oleh

JPOL – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengirim surat kepada YouTube untuk memblokir akun milik Jozeph Paul Zhang karena berisi ujaran kebencian.

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan sejak 19 April 2021 terdapat 7 konten YouTube telah diblokir dan tidak dapat lagi diakses.

Kominfo mengirimkan permintaan blokir ke YouTube untuk tujuh konten milik Jozeph Paul Zhang, termasuk salah satunya konten berjudul “Puasa Lalim Islam” yang kontroversial.

“Pada tanggal 19 April 2021, tujuh konten di YouTube tersebut telah diblokir dan tidak dapat diakses lagi oleh warganet,” kata Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi dalam keterangan resmi dikutip dari Antara, Selasa, 20 April 2021.

Jozeph Paul Zhang diketahui mengunggah video yang berisikan berbagai penghinaan terhadap ajaran Islam dan mengaku sebagai nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad SAW.

Kini pihak kepolisian RI bersama interpol tengah memburu Paul yang diketahui berada di luar negeri.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengirim surat kepada YouTube untuk memblokir akun milik Jozeph Paul Zhang karena berisi ujaran kebencian.

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan sejak 19 April 2021 terdapat 7 konten YouTube telah diblokir dan tidak dapat lagi diakses.

Kominfo mengirimkan permintaan blokir ke YouTube untuk tujuh konten milik Jozeph Paul Zhang, termasuk salah satunya konten berjudul “Puasa Lalim Islam” yang kontroversial.

“Pada tanggal 19 April 2021, tujuh konten di YouTube tersebut telah diblokir dan tidak dapat diakses lagi oleh warganet,” kata Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi dalam keterangan resmi dikutip dari Antara, Selasa, 20 April 2021.

Jozeph Paul Zhang diketahui mengunggah video yang berisikan berbagai penghinaan terhadap ajaran Islam dan mengaku sebagai nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad SAW.

Kini pihak kepolisian RI bersama interpol tengah memburu Paul yang diketahui berada di luar negeri.

Video Paul Jozeph Zhang melanggar undang-undang

Aksi Paul Zhang memenuhi pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45A.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengatakan bahwa Joseph Paul Zhang atau yang memiliki nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono berada di luar Indonesia sejak 2018.

Paul tercatat meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong tahun 2018.

Dedy menyatakan UU ITE memiliki asas ekstrateritorial, berlaku bagi setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia.

Undang-undang ini juga berlaku jika perbuatan memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia, serta merugikan kepentingan Indonesia.

Setelah konten Paul Jozeph Zhang diblokir, Kominfo tetap menjalankan patroli siber untuk konten yang berisi ujaran kebencian Paul Jozeph Zhang.

Kominfo meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga perdamaian di ruang fisik maupun digital, serta melapor ke aduankonten.id jika menemukan konten yang melanggar undang-undang.

Aksi Paul Zhang memenuhi pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45A.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengatakan bahwa Joseph Paul Zhang atau yang memiliki nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono berada di luar Indonesia sejak 2018.

Paul tercatat meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong tahun 2018.

Dedy menyatakan UU ITE memiliki asas ekstrateritorial, berlaku bagi setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia.

Undang-undang ini juga berlaku jika perbuatan memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia, serta merugikan kepentingan Indonesia.

Setelah konten Paul Jozeph Zhang diblokir, Kominfo tetap menjalankan patroli siber untuk konten yang berisi ujaran kebencian Paul Jozeph Zhang.

Kominfo meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga perdamaian di ruang fisik maupun digital, serta melapor ke aduankonten.id jika menemukan konten yang melanggar undang-undang.