Tol Cisumdawu Segera Beres, Pemkab Sumedang Siapkan Sejumlah Destinasi Wisata Baru

oleh

JPOL – Pemkab Sumedang sudah memetakan sejumlah destinasi wisata untuk menjaring para wisatawan dari beroperasinya jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan.

Tol Cisumdawu, pembangunannya ditargetkan rampung Desember 2021.

Apalagi dari panjang jalan tol Cisumdawu 62 km, 60 km di antaranya masuk wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, di sepanjang jalan tol tersebut, ada 6 titik exit tol di wilayah Kab. Sumedang. Nah, kami siapkan di keenam exit tol ini dengan beberapa destinasi wisata yang beraneka ragam,” kata Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan di Sumedang, Minggu, 18 April 2021.

Dia berharap keberadaan 6 exit tol ini bisa menjaring wisatawan nusantara dan mancanegara untuk datang mengunjungi sejumlah objek wisata di Sumedang.

Ia menyebutkan, keenam exit tol itu, antara lain di wilayah Kec. Jatinangor, Pamulihan, Sumedang kota, Cimalaka, Conggeang dan Ujungjaya.

Untuk menjaring wisatawan yang keluar dari exit tol di Jatinangor, Pemkab Sumedang menyiapkan wisata edukasi.

Hal itu sehubungan, di Jatinangor ada beberapa perguruan tinggi ternama, seperti ITB, Unpad, IPDN dan Ikopin.

“Jadi di Jatinangor, destinasinya diarahkan pada wisata edukasi,” tutur Erwan Setiawan.

Untuk exit tol kedua yakni di Pamulihan, kata dia, ada beberapa destinasi unggulan. Seperti halnya sentra ubi cilembu.

Di sentra ubi Cilembu, para pengunjung akan diajak untuk mengolah langsung ubi cilembu dengan cara di-oven.

Bahkan pengunjung bisa menikmati dan menyantap langsung ubi cilembu tersebut, sekaligus membawa oleh-oleh berbagai kudapan berbahan baku ubi cilembu.

“Pengunjung juga bisa menikmati destinasi wisata alam di Kampung Ciherang dan Pesona Taman Puspa Ciherang di Desa Cijambu, Kec. Tanjungsari. Jarak dari exit tol cukup dekat hanya 3 km. Lokasi exit tol itu pun, sangat dekat dengan Geo Theater atau pusat kebudayaan di Kec. Rancakalong. Bahkan pemandangannya bagus bisa melihat langsung ke jalan tol di atas pegunungan,” katanya.

Dikatakan, tak kalah bagusnya dengan sejumlah destinasi objek wisata yang dipersiapkan untuk menjaring wisatawan yang keluar dari exit tol ketiga di Kelurahan Situ, Kec. Sumedang Utara.

Para wisatawan bisa langsung menuju sejumlah objek wisata alam berhawa sejuk, teduh rindang pepohonan di Perkebunan Teh Margawindu di Cisoka, Desa Citengah, Kec. Sumedang Selatan.

Ada pula tempat rekreasi keluarga, seperti Kampung Karuhun, Cibingbin, Ikan Bakar Citengah, dll. Di pusat kotanya, ada Tahura Gunung Kunci dan Palasari, termasuk Kampung toga tempat take off (lepas landas) Paralayang.

“Untuk rencana pembangunan Tahura Gunung Kunci dan Palasari, kami sudah membuat DED (Detail Enginering Desaign) –nya. Kini tinggal mencari investor yang bonafid. Sebab, pembangunannya membutuhkan dana yang cukup besar Rp 300-400 miliar. Di dekat exit tol Sumedang kota pun, kami akan membangun pusat oleh-oleh Sumedang,” ucapnya.

Lebih jauh Erwan Setiawan menjelaskan, untuk exit tol keempat di Desa Licin, Kec. Cimalaka, Pemkab Sumedang akan “menyulap” bekas galian C di sekitar kaki Gunung Tampomas menjadi destinasi wisata alam.

Bekas galian C tersebut akan direklamasi dan direboisasi, sehingga bisa menjadi magnet pengunjung untuk hingga dijadikan objek wisata alam.

“Nah, objek wisata yang disiapkan di exit tol kelima di sekitar Kec. Conggeang dan Buahdua, yakni dua objek wisata pemandian air panas Sekarwangi dan Buahdua. Jaraknya, hanya sekitar 2-3 km dari exit tol. Di wilayah itu juga, sedang dibangun Bendung Rengrang yang juga bisa dijadikan wahana rekreasi air,” tuturnya.

Menurut dia, untuk exit tol terakhir atau keenam yakni di Kec. Ujungjaya, lokasinya sangat strategis. Exit tol itu, berdekatan dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka.

Dari exit tol Ujungjaya, hanya membutuhkan waktu tempuh 15 menit ke BIJB. Tak jauh dari exit tol itu pun, akan dibangun kawasan industri “Butom” yang meliputi wilayah Buahdua, Ujungjaya dan Tomo. Bahkan dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), di kawasan itu akan dibangun industri agro, wisata dan manufacture.

“Yang lebih strategis lagi, dari exit tol Ujungjaya itu bisa mengakses ke Bendungan Jatigede dengan waktu tempuh hanya 30 menit. Di Bendungan Jatigede ini lah, begitu banyak destinasi wisata, rekreasi keluarga dan wisata lainnya. Bahkan kami akan mempercepat KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Jatigede yang menjadi destinasi unggulan di Kab. Sumedang. Ditambah lagi, di Desa Cibuluh, Kec. Ujungjaya akan dibangun desa wisata seluas 12 hektare. View-nya sangat bagus. Di atas gunung, kita bisa melihat langsung ke BIJB. Waktu tempuhnya pun hanya 15 menit,” ujar Erwan.

Ditanya apakah keenam objek wisata itu dalam kondisi siap menyambut wisatawan seiring dengan pengoperasian tol Cisumdawu Desember 2021 ini, Erwan tak memungkiri kondisi kesiapan sejumlah objek wisata di enam exit tol tersebut dinilai belum optimal.

Kondisi itu terkendala anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan pariwisata terkena refocusing untuk penanganan wabah pandemi Covid-19.

“Kami berharap, pandemi Covid-19 ini cepat berakhir sehingga kami bisa fokus untuk membiayai pembangunan sejumlah tempat wisata di 6 exit tol tersebut. Memang keinginan kita, ketika jalan tol dioperasionalkan Desember nanti, bisa berbarengan dengan kesiapan pengoperasian objek wisata di setiap exit tol. Namun, pengoperasian jalan tol pun belum diyakini tuntas sesuai target Desember nanti. Kalau pembangunan tolnya nggak selesai-selesai, kami tidak bisa maksimal menjaring wisatawan untuk datang ke Sumedang,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan destinasi wisata seiring dengan pengoperasian jalan tol Cisumdawu, dinilai harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, jika ada jalan tol tapi tidak ada objek wisata yang disiapkan, Sumedang akan menjadi kota mati dan kota lintasan saja.

“Saya berharap, tidak seperti itu. Kalau ada yang mau ke BIJB, bisa mampir dulu ke Sumedang untuk makan, beli oleh-oleh atau bahkan berekreasi dulu sejumlah objek wisata. Bahkan kami siap mengisi rest area di sepanjang tol Cisumdawu dengan berbagai produk UMKM. Apalagi di Kab. Sumedang, ada puluhan ribu UMKM,” kata Erwan.