Persiapan Larangan Mudik, Polda Jabar Lakukan Penyekatan di Sejumlah Titik

oleh
Ilustrasi Mudik
Foto: Muhamad Ibu Cazara/ANTARA

JPOL – Setidaknya ada 120 titik penyekatan di Jawa Barat untuk aglomerasi menghindari lonjakan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah.

Namun, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan persiapan untuk mencegah mudik nonaglomerasi ini agar tidak menjadi penyebab klaster baru penyebaran virus corona Covid-19.

Kepolisian Daerah Jawa Barat hingga kini masih melakukan persiapan terkait letak dari titik-titik tersebut.

Akan tetapi, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri menyatakan ada 11 titik yang berbatasan langsung‎ wilayah Polda Metro Jaya dan Polda Jateng.

Untuk penyekatan, Dofiri mengatakan dilakukan di titik perbatasan, termasuk di perbatasan Bandung Raya.

Selain itu, contohnya perbatasan Kabupaten Karawang dan yang khusus adalah Bekasi karena masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Di lokasi perbatasan tersebut itu lebih ketat karena titik utama penyekatan itu di perbatasan. Sementara yang di dalam aglomerasi, contoh di Bandung raya itu nanti ada cb-cb sendiri, termasuk di daerah wisata. seperti di wilayah puncak. Ada rapid tes antigen, itu contohnya,” ucap dia.

Menurut dia, terkait penyekatan tersebut sudah disosialisasikan pada pihak-pihak terkait maupun masyarakat.‎

“Namun, apabila ada yang tetap memaksakan mudik, di penyekatan itu, ya mereka dikembalikan,” kata dia.

Adapun waktu operasi tersebut telah dilakukan sejak 12 April kemarin.

“Kita operasi keselamatan dari tanggal 12-25 April. Salah satu targetnya meningkatkan keselamatan, kemudian protokol kesehatan, dan sosialisasi tentang larangan mudik,” ujar dia.

Namun kalau seandainya ada yang lolos, lanjut Dofiri, pihaknya berharap masyarakat punya kesadaran sendiri.

“Kami berharap, masyaarkat timbul kesadaran pribadi untuk tidak melaksanakan mudik,” kata dia.

Larangan Takbir Keliling

Sementara itu selain ‎larangan mudik non aglomerasi Polda Jabar juga melarang adanya takbir keliling.

Bahkan, Polda Jabar akan memberikan imbauan secara persuasif dan humanis apabila mendapati ada warga yang nekat melakukan takbir keliling.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat melarang kegiatan takbir keliling sebagai upaya pencegahan virus corona.

“Meski demikian jika ada yang takbir keliling,‎ kita berikan imbauan aja persuasif humanis,” kata Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi pada Selasa 20 April 2021.

Menurut Eddy‎ proses penilangan akan dilakukan apabila ada warga yang membandel. Diharapkan, warga menaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun data terkini yang diperoleh dari Pusat Informasi Covid-19 dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) total angka sebaran corona di Jabar berjumlah 268.308 kasus.

“Semoga yang akan melaksanakan takbir keliling paham dengan imbauan pemerintah. Sehingga menghindari melakukan hal tersebut,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas meminta masyarakat Indonesia tidak menggelar pawai keliling pada malam takbiran Idul Fitri.

Namun, takbiran cukup dilaksanakan di masjid atau musala dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikannya mengingat pandemi Covid-19 belum usai, sehingga masyarakat diharapkan tidak membuat kerumunan yang membuka peluang untuk terjadinya penularan virus corona.