Pasangan Suami-Istri di Garut Tipu Guru Honorer

oleh

JPOL – Diduga telah melakukan aksi penipuan terhadap guru honorer, sepasang suami istri ditangkap petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Cisurupan, Kabupaten Garut.

Terungkap, korban aksi penipuan yang dilakukan pasangan suami isteri ini lebih dari satu orang dan juga melibatkan oknum mantan pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Garut.

“Rabu 21 April 2021 kemarin, kami telah mengamankan sepasang suami isteri warga Kecamatan Garut Kota yang diduga pelaku penipuan terhadap guru honorer,” ujar Kapolsek Cisurupan, Iptu Iwan Soleh didampingi Kanit Reskrim, Ipda Amirudin Latif, Kamis 22 April 2021.

Penangkapan terhadap pasangan suami isteri beriniasial CSM (59) dan NW (43) tersebut, tutur Iwan, dilakukan menyusul adanya laporan dari salah seorang warga yang berprofesi sebagai guru homorer di sebuah sekolah dasar.

Sama halnya dengan korban, NW berprofesi sebagai guru honorer di sebuah SMK di Garut sedangkan suaminya wiraswasta.

Disebutkan Iwan, dalam laporannya, warga tersbut mengaku telah menjadi korban penipuan yang dilakukan CSM dan NW sehingga korban mengalami kerugian Rp130 juta.

Korban mengaku telah dimintai uang sejumlah Rp130 juta oleh kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri tersebut dengan iming-iming akan diangkat menjadi PNS.

Hal itu, tambahnya, sudah terjadi sejak tahun 2016 lalu akan tetapi hingga saat ini janji tersebut tak pernah terbukti.

Sadar jika dirinya telah menjadi korban penipuan, korban pun akhirnya melapor ke Polsek Cisurupan.

“Setelah mendapat laporan tersebut, anggota Reskrim Polsek Cisurupan langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Pelaku yang merupakan pasangan suami isteri ini berhasil diamankan di rumahnya di wilayah Kecamatan Garut Kota,” katanya.

Iwan mengungkapkan, pengakuan pelaku kepada petugas yang memeriksa cukup mengagetkan.

Mereka mengaku jika aksi penipuan bukan hanya mereka lakukan terhadap korban yang telah melapor ke Polsek Cisurupan, akan tetapi ada korban lain yang jumlahnya mencapai 15 orang, tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut.

Hasil pemeriksaan juga berhasil mengungkap jika korban yang berasal dari Kecamatan Cisuriupan hanya ada satu orang.

Sisanya merupakan warga di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Garut dan yang paling banyak merupakan warga Kecamatan Tarogong Kaler.

Masih menurut Iwan, kepada petugas, pelaku juga mengakui kalau uang hasil penipuan dari 15 korban itu tidak hanya mereka nikmati berdua.

Sebagian di antaranya ada juga yang disetorkan kepada oknum pejabat di lingkungan BKD Garut, sekarang sudah pindah ke dinas lain.

“Mereka mengaku, uang hasil penipuan tak hanya mereka nikmati berdua akan tetapi sebagian disetorkan ke oknum Kabid di BKD. Oknum pejabat tersebut menurutnya sekarang sudah pindah ke dians lain dengan posisi masih sebagai Kabid,” ucap Iwan.

Lebih jauh Iwan menambahkan, pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan terkait kasus ini dan tidak menutup akan ada tersangka lainnya.

Ia pun mengimbau kepada yang merasa sudah menjadi korban penipuan yang dilakukan pasangan suami ini untuk segera melapor ke Polsek terdekat.