Jika Tak Mau Seperti India, Wabup Garut Ingatkan Pentingnya Prokes

oleh
Masker Kain SNI
Riset ungkap virus corona bertahan tujuh hari di permukaan luar masker bedah. Foto: Istock

JPOL – Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyayangkan masih banyaknya kerumunan pada acara buka bersama yang digelar di sejumlah rumah makan atau restoran di wilayah perkotaan Garut selama bulan Ramadhan 2021.

Ia mengingatkan semua pihak untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar kejadian penyebaran Covid-19 yang marak seperti di India tidak sampai terjadi di Garut.

Helmi pun mengingatkan kepada para pengelola rumah makan atau restoran di Garut untuk memperhatikan kapasitas pengunjung sesuai aturan.

Jangan karena sedang laku, lantas mengabaikan protokol kesehatan termasuk kapasitas pengunjung.

“Masih ada laporan banyaknya rumah makan dan restoran di wilayah perkotaan Garut yang menggelar acara buka bersama dengan jumlah pengunjung berjubel. Ini tentu sangat kita sayangkan dan kita tentunya sangat tak mengharapkan,” kata Helmi, Minggu 2 Mei 2021.

Kegiatan buka bersama yang dilakukan tanpa mempertihatikan prokes terutama pembatasan jumlah pengunjung menurut Helmi sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak, mulai dari pengusaha, masyarakat, hingga petugas untuk senantiasa patuh dan tetap melaksanakan prokes.

Helmi pun meminta petugas jangan bosan-bosan terus mengingatkan warga dan para pengusaha terkait pentingnya pelaksanaan prokes.

Jika diperlukan, petugas juga harus berani bertindak tegas sepanjang seusai prosedural.

Menurutnya, di Kabupaten Garut saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi.

Bahkan, sejumlah desa sudah ada yang masuk zona merah, menunjukan tingkat kerentanan yang sangat tinggi terhadap penyebaran Covid-19.

“Kegiatan apapun apalagi yang mengundang kerumunan massa saat ini harus menaati protokol kesehatan yang sangat ketat. Tentunya, kita tidak mau kasus seperti di India terjadi di kita sebagaimana hal ini juga sempat diungkapkan bapak presiden,” katanya.

Terjadinya lonjakan kasus penyebaran Covid-19 di India menurut Helmi harus menjadi perhatian semua pihak, jangan sampai hal itu terjadi di Garut.

Maka dari itu ia kembali mengingatkan pentingnya penerapan prokes seperti memakai masker, mencucui tangan, dan menghindari kerumunan yang sampai saat ini dinilai paling epektif guna melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

Momentum Idul Fitri 2021, tambah Helmi, juga patut diwaspadai karena jyga sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19 jika tak diantisipasi dengan baik.

Pemkab Garut pun terus berupaya agar tak terjadi klaster dari momentum Idul Fitri 2021 dengan semakin menggiatkan sosialisasi penerapan prokes Covid-19.

Masih menurut Helmi, dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian, Pemkab Garut pun melaksanakan kegiatan penyekatan guna mencegah warga dari luar daerah masuk ke Garut.

Selain itu, saat pelaksanaan Salat Idul Fitri 2021 nanti akan diberlakukan pengaturan dengan pembagian tempat agar tidak terlalu banyak kerumunan orangnya dan disiagakan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

“Tentu saja pada pelaksanan Salai Id juga akan kita terapkan prokes mengingat tingkat kerentanan yang sangat tinggi akibat banyaknya orang. Salat Id diimbau untuk dilaksanakan di banyak tempat, lapang kecil atau masjid-masjid yang ada di perkampungan supya tak terfokus ke lapangan besar semua sehingga pemantauannya bisa lebih mudah,” ucap Helmi.