Beli Sendal di Olshop Tak Sesuai, Konsumen Ini Todongkan Pistol ke Kurir

oleh
Gambar Hanyalah Ilustrasi
Ilustrasi penembakan. Foto: Pixabay

JPOL – Seorang pria berinisial G alias M menodongkan pistol kepada kurir YA lantaran mendapati barang pesanan yang dikirim tidak sesuai keinginan. Motif insiden kurir ditodong pistol tersebut diungkap oleh Kapolres Bogor AKBP Harun.

Berdasarkan pemeriksaan, kasus ini bermula saat tersangka membeli sebuah sandal lewat toko online. G alias M tersebut sudah berulang kali memesan akan tetapi masih tak sesuai keinginannya.

“Dia [tersangka] sudah 3 kali melakukan pemesanan selama 3 kali. Namun pemesanan sandal ini tidak sesuai dengan yang diinginkan, warnanya,” kata Harun kepada wartawan, Senin (3/5).

Harun menuturkan, tersangka sebenarnya ingin membeli sandal warna hitam. Namun, barang pesanan yang diterima justru adalah sandal warna cokelat.

“Pertama dia ingin hitam tapi yang datang cokelat, yang kedua dengan cara yang sama kemudian masih tetap cokelat. Yang ketiga setelah dicek cokelat lagi,” ujar Harun merinci kronologi peristiwa berujung insiden kurir yang ditodong pistol tersebut.

Usut punya usut, ternyata tersangka tak mengganti pilihan warna dari cokelat menjadi hitam saat memesan sandal di online shop tersebut. Alhasil, sandal yang datang pun selalu berwarna cokelat.

Saat kejadian, kata Harun, korban sudah menyampaikan kepada tersangka bahwa paket jangan dibuka jika memang tak sesuai pesanan sehingga bisa ditukar.

Namun, ketika itu tersangka tetap memaksa untuk membuka bungkus paket. Karena sudah dibuka, korban pun meminta bayaran untuk jasa pengiriman atas paket tersebut.

“Namun kemudian dari tersangka, tidak ingin membayar, kemudian mengeluarkan senjata airsoft gun ini, colt defender series 90, mengarahkan kepada korban,” terang Harun.

Total, ada dua pucuk senjata airsoft gun yang ditemukan polisi, yaitu jenis glock 90 dan colt defender series 90.

Kendati begitu menurut pengakuan tersangka, airsoft gun jenis glock 19 adalah milik temannya. Sementara untuk jenis colt defender series 90, dibeli tersangka secara online pada 13 April lalu.

“Dia tukang ojek di daerah Tenjolaya sana, alasannya untuk mengamankan diri waktu malam-malam. Dia membeli tanpa disertai dengan surat-surat,” tutur Harun.

Atas perbuatan pelaku dalam insiden kurir ditodong pistol tersebut, tersangka G dijerat Pasal 368 KUHP dan Pasal 335 KUHP dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 15 tahun 1951.