Jelang Belajar Tatap Muka, Ingat 5 Tips yang Diberikan Dokter Berikut Ini

oleh
Kegiatan KBM di Sekolah
Ilustrasi Kegiatan Sekolah/Foto: GlobalMadani

JPOL – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bakal kembali digelar. Hal ini menuai pro dan kontra terutama menyangkut dengan kemampuan sekolah menjaga protokol kesehatan dan keselamatan anak-anak yang kembali bermain dan belajar di sekolah.

Di satu sisi, sebagian orang tua kembali diringankan bebannya di rumah dengan kembali pembelajaran dilakukan di sekolah. Di sisi lain sebagai orang tua tentunya menjadi khawatir saat anak kembali ke sekolah mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Untuk itu, selain pihak sekolah yang juga menjaga serta memberikan pengertian kepada anak-anak agar tetap menjaga protokol kesehatan di sekolah, orang tua juga harus memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mereka tetap waspada dan menjaga diri selama berada di sekolah.

Dalam pembelajaran sekolah ini, memang orangtua murid memegang hak mutlak untuk memperbolehkan anaknya sekolah tatap muka atau tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.

Namun, jika pembelajaran tatap muka di sekolah adalah pilihan maka demi memastikan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini berjalan aman, ada beberapa tips yang harus diperhatikan orangtua seperti disampaikan Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr Ria Yoanita, Sp.A. sebagaimana dikutip dari PMJ News.

  1. Cek kesehatan anak melalui suhu tubuhnya

Termometer menjadi barang penting yang wajib ada di rumah untuk mengukur suhu tubuh anak setiap harinya, apalagi selama pandemi Covid-19 ini.

Akan lebih baik lagi jika ada thermo gun yang lebih cepat menampilkan hasil pengukuran suhu tanpa bersentuhan dengan permukaan kulit.

“Jika suhu tubuh anak di atas batas, batuk, dan sesak napas, sebaiknya minta izin untuk tetap di rumah,” ujar dr Ria.

  1. Ajarkan praktik kebersihan pada anak

Kebanyakan anak memang cenderung sulit menjaga kebersihan. Untuk itu, diperlukan trik agar anak bisa mempraktikan kebiasaan hidup bersih. Dimulai dengan mencuci tangan.

Disarankan agar orangtua mengajari anak mencuci tangan sambil menyanyi dengan durasi sekitar 20 detik. Pilih lagu kesukaan anak agar hatinya senang saat mencuci tangan.

“Saat sekolah nanti, bawa air minum dan peralatan makan sendiri dari rumah. Ini penting, karena di masa pandemi Covid-19, membeli makanan dan minuman dengan peralatan dari penjual berisiko menimbulkan penularan,” jelasnya.

Hal yang tak kalah penting adalah membiasakan si anak buang sampah pada tempatnya. Menurut Ria, situasi pandemi membuat ajaran buang sampah dengan benar ini kian mendesak untuk diterapkan.

“Ajari anak cara mengenakan masker yang benar dan ingatkan untuk merusak masker dulu sebelum membuangnya agar tidak digunakan ulang,” tuturnya.

  1. Ajarkan etika batuk dan bersin

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan agar semua orang menerapkan etika batuk dan bersin, yakni:

  • Tidak melepas masker saat bersin atau batuk karena masker dapat menahan percikan.
  • Segera buang masker dan ganti dengan yang baru bila sudah basah.
  • Tidak menyentuh wajah saat bersin atau batuk. Gunakan tisu atau lengan baju bagian dalam untuk menutupi hidung dan mulut.
  • Cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau hand sanitizer setelah bersin atau batuk.

“Orangtua dapat mengajari etika ini dengan memberikan contoh kepada anak. Anak akan lebih mudah mengikuti bila melihat langsung contoh dari orang tua,” terangnya.

  1. Pilih transportasi yang aman pergi ke sekolah, lebih baik jika menggunakan kendaraan pribadi

“Tidak disarankan untuk menggunakan transportasi umum bagi siswa untuk pergi dan pulang sekolah. Sebaiknya antar dan jemput anak dengan kendaraan pribadi bila memungkinkan,” saran dr Ria.

“Jika tidak, sekolah dapat berkoordinasi dengan dinas perhubungan di daerahnya untuk menyediakan sarana transportasi khusus siswa sekolah, tidak bercampur dengan masyarakat umum,” sambungnya.

  1. Ingatkan anak untuk tidak menyentuh area wajah

Droplet yang mengandung virus corona dapat memasuki tubuh manusia lewat tiga bagian yang berongga di wajah, yaitu mata, hidung, dan mulut.

“Orangtua mesti tidak putus mengingatkan buah hatinya agar senantiasa mengenakan masker di sekolah. Ingatkan pula supaya tidak menyentuh wajahnya dengan alasan apa pun. Bila hendak menyentuh wajah, cuci tangan dulu dengan sabun,” tukasnya.

Pencegahan penularan pandemi Covid-19 ini adalah tanggungjawab semua orang, oleh karena itu bukan hanya pihak sekolah. Orang tua juga memiliki kewajiban menjadikan protokol kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup anak-anak saat ini.