Kluster Perumahan di Bekasi Muncul Setelah Resepsi

oleh
Kasus Corona
Ilustrasi Covid-19

JPOL – Klaster penularan covid-19 kembali ditemukan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kali ini, klaster berawal dari resepsi pernikahan yang diduga tidak menerapkan protokol kesehatan. Alhasil, 33 orang warga terpaksa menjalani isolasi terpusat.

Klaster ini terjadi di Perumahan Villa Mutiara Gading 1 RW 18 Kelurahan Setiaasih Kecamatan Tarumajaya.

“Semuanya sudah dibawa dari kemarin pakai lima ambulans ke Hotel Ibis (lokasi isolasi terpusat), kemudian tadi ada dua ambulans lagi,” kata Pejabat Lurah Setiaasih, Dede Firmansyah, Selasa, 8 Juni 2021.

Selain menjalani isolasi, satu warga lainnya terpaksa dirawat di Rumah Sakit Ananda Babelan karena memiliki gejala.

Dede mengatakan, pada Minggu, 30 Mei 2021 lalu, warga menggelar resepsi pernikahan. Diduga acara tersebut memicu kerumunan hingga tidak menerapkan protokol kesehatan.

Beberapa hari setelah resepi tersebut, terdapat empat warga yang terkonfirmasi positif covid-19. Keempat warga itu merupakan satu keluarga yang menggelar resepsi.

Kemudian tim gugus tugas setempat melakukan penelusuran hingga didapat 20 warga lainnya yang dinyatakan reaktif covid-19.

Pada tes usap antigen pertama kepada 117 orang, Senin, 7 Juni 2021, jumlah warga yang reaktif bertambah menjadi total 26 orang.

Lalu, pada tes usap antigen kedua, Selasa, 8 Juni 2021, kepada sekitar 100 orang, didapat tujuh orang warga yang reaktif. Sehingga keseluruhan terdapat 33 orang warga yang reaktif.

“Semuanya dibawa ke Hotel Ibis memakai total tujuh ambulans dalam dua hari ini. Kemudian satu warga, karena bergejala, dibawa ke Rumah Sakit Ananda,” ucap Dede.

Terkait resepsi yang diduga menjadi pemicu penyebaran covid-19, diakui Dede, tidak pernah dilaporkan kepada pihak kelurahan.

“Kata RT, RW-nya katanya sudah prokes tapi tidak ada tembusan ke kami. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya bahwa covid-19 ini masih ada. Untuk sementara kami sepakat tidak ada acara hajatan apapun yang menimbulkan kerumunan khususnya di kelurahan ini,” ucap dia.

Kepala Kepolisian Sektor Tarumajaya, Ajun Komisaris Edy Suprayitno mengatakan, pihaknya langsung memperketat aktivitas warga perumahan dan sekitarnya. Selama empat hari, warga pun dilarang ke luar rumah, kecuali untuk bekerja.

“Dalam empat hari kedepan kami swab lagi, kalau negatif kami beri kelonggaran agar masyarakat bisa beraktivitas lagi. Namun yang jelas, kami terapkan pengetatan, bahkan untuk keluar masuk warga,” ucap dia.

Selain pengetat, seluruh warga di dalam perumahan pun disuntik vaksin covid-19. Sedikitnya terdapat 200 dosis vaksin yang diberikan kepada warga yang non reaktif.

“Jadi warga kami tes antigen, jika hasilnya non reaktif, kami arahkan ke meja vaksinasi. Ini upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19,” ucap dia.

Untuk diketahui, penyebaran covid-19 di Villa Mutiara ini menjadi klaster kedua di Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya satu RT di Tambun Utara terpaksa diisolasi karena belasan warganya terkonfirmasi covid-19.