2 Tersangka Kasus Narkoba Termasuk Oknum ASN Bapas Terancam Pidana Seumur Hidup

oleh

Subang, JPOL – Hal tersebut terungkap saat konferensi Pers yang digelar oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba).

Sementara dalam pengungkapan nya, melalui operasi Antik Tahun 2021, Satresnarkoba Polres Subang mengungkap tujuh kasus Narkotika, dengan mengamankan sembilan tersangka.

Kapolres Subang, AKBP. Sumarni, di dampingi Kasat Narkoba Polres Subang, IPTU Ronih mengatakan bahwa, untuk pengungkapan kasus tersebut, dan terungkap ada beberapa wilayah di Kabupaten Subang, diantaranya di wilayah Kecamatan Blanakan, Patokbeusi, Cijambe, Purwadadi, dan Subang kota.

“Dari 7 kasus tersebut, kami amankan tersangka sebanyak 9 orang tersangka, diantaranya inisial, RD, DH, HM, JS, jM, YR, DD, IS dan AS. Sedangkan dari sembilan tersangka tersebut salah satunya merupakan PNS di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kabupaten Subang,” ujar AKBP. Sumarni, pada Awak Media saat Press Rilis di Aula Patriatama Mapolres Subang, Jumat sore, (17/12/2021).

Sementara delapan tersangka lainnya, mereka berprofesi sebagai wiraswasta, buruh, mahasiswa dan ada juga narapidana.

“Untuk barang bukti yang kita amankan diantaranya, 53 gram sabu-sabu, 1,4 ons ganja, 2 bong, 2 pipet kaca, 2 korek api, dan 4 timbangan digital,” ujar Kapolres Subang.

Selanjutnya, Kapolres Subang AKBP Sumarni pun menjelaskan ancaman pidana para tersangka tersebut, ada dua tersangka yang mengedarkan sabu-sabu, Sesuai pasal 114 ayat (1) juncto pasal 112 ayat (1) ancaman pidana seumur hidup dengan denda paling banyak Rp10 miliar.

“Dari dua orang tersangka salah satunya oknum PNS dari Bapas Subang,” imbuhnya.

Kapolres pun menambahkan bahwa, satu orang tersangka diancam pasal 114 ayat (2) dengan pidana maksimal 20 tahun penjara, dan empat orang tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) dengan ancaman maksimal pidana mati, sedangkan dua orang tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) juncto pasal 111 ayat (1) dengan ancaman maksimal pidana mati dan atau pidana seumur hidup.

“Modus operandi mereka pun beragam mulai dari transfer, diarahkan via ponsel, diberikan peta, ditempel di tempat tertentu hingga transaksi langsung,” pungkas AKBP. Sumarni. [Rls]

No More Posts Available.

No more pages to load.