JNE Klaim Sudah Bayar Ganti Rugi Bansos Pemerintah Rp37 Juta

oleh

JPOL – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengklaim sudah membayar ganti rugi bansos pemerintah yang di kubur di Depok senilai Rp37 juta.

“JNE bayar beras rusak dengan cara honornya dipotong. Namanya debit note,” kata Hotman Paris Hutapea, Kuasa Hukum JNE dalam konferensi pers yang dikutip dari PMJ News hari ini, Jumat, 5 Agustus 2022.

Hotman Paris mengatakan, beras bansos yang dikubur itu hanya 0,05 persen dari total 6.199 ton yang disalurkan oleh JNE.

Menurut Hotman, PT SSI adalah rekanan pemerintah dalam penyaluran bansos yang bekerja sama dengan JNE untuk pendistribusian.

“Kontrak tanggung jawab dari JNE harus mengganti rugi, dan rakyat tidak boleh dirugikan. Caranya, JNE minta lagi beras tambahan, mengganti beras yang rusak, dan itu yang disampaikan ke keluarga penerima manfaat,” ujar Hotman Paris.

Hotman juga menolak ada unsur melawan hukum dalam kasus beras bansos yang dikubur di kawasan Sukmajaya, Depok, termasuk ada penyalahgunaan atau korupsi. Selain itu, ia menegaskan bahwa beras itu tidak lagi dijual ke pasar, melainkan dibuang ke tanah.

“Itulah bukti tidak ada sama sekali niat korupsi, karena ini memang beras kita. Beras milik JNE,” pungkasnya.

Beras bansos rusak saat pengiriman pada Mei 2020 dan sudah menjadi milik JNE setelah perusahaan membayar beras pengganti. Beras sempat disimpan 1,5 tahun di gudang dan memutuskan untuk dikubur pada November 2021 untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan.

via PRFM News