Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Jalani Tes Dinamis November 2022

oleh

JPOL – Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta untuk proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai dikirim dari Tiongkok ke Indonesia, pada Jumat, 5 Juli 2022.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, ditargetkan pada November 2022 atau bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20, KCJB sudah menjalani Tes Dinamis.

“Proyek ini merupakan wujud persahabatan Indonesia-Tiongkok yang selalu dibahas dalam pertemuan kedua Negara,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Penyelesaian Manufaktur EMU Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung secara daring, Jumat , 5 Juli 2022 yang dilansir dari ANTARA.

Untuk itu, Menhub memberi dukungan terhadap proyek KCJB tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

KCJB mengadopsi teknologi tinggi, yaitu Grade of Automation (GOA) Level 1 dan memiliki desain yang ramping sehingga dapat mendukung akselerasi atau kecepatan dari kereta yang bisa mencapai 350 km per jam,” jelasnya.

Menhub juga menambahkan, KCJB akan melayani sebanyak 68 perjalanan setiap harinya dan berhenti di lima stasiun.

“Waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya membutuhkan waktu 36 menit hingga 45 menit. Sebelumnya membutuhkan kurang lebih 2,5 jam untuk sampai tujuan,” ungkapnya.

Kehadiran KJCB sebagai transportasi massal yang ramah lingkungan, dengan tingkat keselamatan dan keamanan yang baik serta efisiensi waktu, diharapkan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk lebih memilih menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi.

“Untuk itu, saya mengimbau kecepatan waktu konstruksi dan integrasi sistem dapat dipercepat, agar manfaat yang sudah sudah ditunggu masyarakat pengguna kereta api dapat segera bisa dirasakan,” tutur Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan, pengiriman perdana EMU dan Comprehensive Inspection Train (CIT) merupakan pertama kalinya pengiriman EMU kereta api cepat dari China ke luar negeri.

Sebanyak 11 rangkaian kereta yang diproduksi oleh CRRC Sifang, Qingdao, Provinsi Shandong, China ini telah selesai diproduksi pada awal April tahun ini.

EMU dan CIT yang dikirimkan ke tanah air hari ini telah menyelesaikan static test dan dynamic test di tempat produksinya.

“Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek KCIC telah mencapai 85 persen dan masih menyisakan beberapa pekerjaan tunnel 2, pre loading, track laying dan penyelesaian stasiun,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sesmenkomarves Ayodhia Kalake, Komisaris Utama PT KCIC Ju Guojiang, Plt. Dirjen Perkeretaapian Zulmafendi, perwakilan dari Kementerian BUMN dan para stakeholder terkait.

Sebanyak 11 rangkaian kereta yang diproduksi oleh CRRC Sifang, Qingdao, Provinsi Shandong, China ini telah selesai diproduksi pada awal April tahun ini.

EMU dan CIT yang dikirimkan ke tanah air hari ini telah menyelesaikan static test dan Tes Dinamis di tempat produksinya.

“Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek KCIC telah mencapai 85% dan masih menyisakan beberapa pekerjaan tunnel 2, pre loading, track laying dan penyelesaian stasiun,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sesmenkomarves Ayodhia Kalake, Komisaris Utama PT KCIC Ju Guojiang, Plt. Dirjen Perkeretaapian Zulmafendi, perwakilan dari Kementerian BUMN dan para stakeholder terkait.

Sebanyak 11 rangkaian kereta yang diproduksi oleh CRRC Sifang, Qingdao, Provinsi Shandong, China ini telah selesai diproduksi pada awal April tahun ini.

EMU dan CIT yang dikirimkan ke tanah air hari ini telah menyelesaikan static test dan dynamic test di tempat produksinya.

“Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek KCIC telah mencapai 85 persen dan masih menyisakan beberapa pekerjaan tunnel 2, pre loading, track laying dan penyelesaian stasiun,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sesmenkomarves Ayodhia Kalake, Komisaris Utama PT KCIC Ju Guojiang, Plt. Dirjen Perkeretaapian Zulmafendi, perwakilan dari Kementerian BUMN dan para stakeholder terkait.

via PRFM News